KISI Sekuritas Optimistis Level IHSG Tembus 9.000 Poin di 2026
PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) atau KISI Sekuritas memproyeksikan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang meningkat hingga tahun 2026. Hal ini didorong oleh sektor yang dapat menggaet investor asing, misalnya pertambangan, konsumsi, teknologi, hingga keuangan.Presiden Direktur KISI Sekuritas, Kyoung Hun Nam, menjelaskan sektor pertambangan serta barang baku itu berpeluang memikat kucuran investasi dari investor domestik dan asing. Penyebabnya, sektor tersebut erat dengan pengembangan industri kendaraan listrik.
“Dua tahun lalu, kami mengadakan konferensi investor global di Seoul. Saat itu, saya pikir masih ada permintaan besar khususnya nikel dan industri baterai, serta konsumsi,” jelas Nam saat dijumpai di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta pada Kamis (13/11/2025).
Nam melanjutkan, sektor tersebut masih menjadi pilihan investor asing sebab infrastruktur negara masih mendukung, disertai dengan potensi jumlah penduduk yang besar.“Artinya, mereka melihat potensi besar di sisi konsumsi, infrastruktur serta perbankan, serta sentimen ekonomi global yang mendorong minat tinggi terhadap industri digital,” lanjut Nam. Potensi ini juga termasuk pengembangan bisnis pusat data, informasi teknologi (TI), menara telekomunikasi, dan lainnya.
Nam mengestimasikan laju IHSG berpeluang ke level 8.500 poin dari 8.000 poin. KISI Sekuritas merevisi target IHSG yang sebelumnya dipatok di 8.000 poin. "IHSG juga dapat menembus ke level 9.000 pada tahun mendatang," ucapnya.
Pada kesempatan ini, Direktur Keuangan KISI Sekuritas, Zayyidah Ahsanti menjabarkan IHSG berpeluang melanjutkan kenaikan, jika disertai dengan dukungan pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI) dan Bank Central Amerika Serikat atau The Fed, serta fundamental ekonomi negara. Kemudian, peluang pertumbuhan ekonomi negara di atas 5% juga diklaim akan mendorong IHSG.
“Ini akan menjadi katalis tambahan untuk perkembangan pasar modal Indonesia di tahun 2026. Kami memperkirakan sektor perbankan, konsumsi, infrastruktur dan teknologi akan menjadi motor utama penggerak pasar [saham] di tahun 2026,” jelas Zayyidah..
Pada sesi kedua hari ini, IHSG bergerak ke level 8.385, melansir dari laman TradingView pada pukul 14.59 WIB. Dari aplikasi IDX Mobile, kapitalisasi pasar IHSG mencapai Rp15.300 triliun, dengan volume transaksi mencapai 45,20 miliar saham. (*)