Dari Kebun ke Kafe Dunia: DHL Bagikan Tips Memulai Ekspor Kopi Indonesia

Biji kopi Indonesia, siap diseduh dan dikirim ke penjuru dunia. (Ist)

Secara global, kopi diakui sebagai salah satu minuman paling populer. Pada 2023–2024, konsumsi kopi di seluruh dunia mencapai sekitar 177 juta kantong berukuran 60 kilogram.

Di luar konsumsi kafein sehari-hari, kepopuleran kopi istimewa (specialty coffee) dan kopi khusus (craft coffee) sangat memengaruhi ekspor kopi dunia, dengan nilai pasar yang diperkirakan mencapai US$101,6 miliar pada 2024. Konsumen semakin mencari varietas kopi yang berkualitas tinggi dan unik, serta menunjukkan kesediaan membayar lebih mahal untuk biji kopi.

Tren ini menghadirkan peluang signifikan bagi produsen kopi Indonesia, yang memiliki lingkungan alam beragam sehingga mampu menghasilkan ragam biji kopi dengan karakteristik khas yang sulit ditemukan di negara lain.

Negara-negara konsumen utama seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan negara-negara Uni Eropa menjadi target pasar penting bagi kopi Indonesia.

Selain itu, selera global yang berkembang membuka pintu bagi produsen Indonesia untuk memanfaatkan ceruk pasar (niche market) yang secara khusus menghargai cita rasa eksotis dan bernuansa, seperti yang terdapat dalam biji kopi Indonesia. Mulai dari kopi single-origin hingga kopi yang diproduksi secara berkelanjutan dan diperdagangkan secara etis, permintaan akan keaslian dan kualitas sangat selaras dengan kekuatan industri kopi nasional.

DHL Express, perusahaan jasa kurir internasional, membagikan beberapa tips penting bagi produsen kopi Indonesia yang baru akan memulai usaha ekspor ke pasar luar negeri. Berikut beberapa di antaranya.

Pertama, penting untuk memilih kemasan yang tepat. Menjaga kesegaran adalah hal utama saat mengirimkan biji kopi. Kemasan yang sesuai — misalnya segel vakum dan kantong kedap lembap — sangat krusial untuk melindungi biji kopi dari oksidasi, kelembapan, dan faktor lingkungan lain yang dapat merusak aroma serta rasa.

Selain itu, mengeksplorasi opsi kemasan ramah lingkungan dapat menarik segmen pasar yang peduli keberlanjutan, sekaligus meningkatkan citra merek dan menarik konsumen yang sadar lingkungan.

Kedua, menavigasi dokumentasi yang diperlukan merupakan aspek penting lainnya. Eksportir harus siap memperoleh izin ekspor yang dibutuhkan, seperti sertifikat asal (certificate of origin) untuk memverifikasi bahwa biji kopi berasal dari Indonesia, serta sertifikat fitosanitari untuk memastikan biji kopi bebas dari hama dan penyakit.

Di samping itu, pemahaman menyeluruh mengenai peraturan pengiriman internasional — termasuk bea masuk, tarif, dan persyaratan impor khusus di negara tujuan — sangat penting agar proses clearance berjalan lancar dan terhindar dari biaya maupun penundaan tak terduga.

Ketiga, memilih moda transportasi yang tepat adalah keputusan strategis. Angkutan udara menawarkan waktu transit lebih cepat, yang bisa sangat penting untuk menjaga kualitas biji kopi khusus bernilai tinggi, meski biayanya lebih tinggi. Di sisi lain, angkutan laut merupakan pilihan yang lebih ekonomis untuk volume besar dan pengiriman yang tidak terlalu sensitif terhadap waktu.

Terakhir, sangat disarankan bekerja sama dengan mitra logistik internasional yang berpengalaman untuk menavigasi kompleksitas pengiriman biji kopi secara efisien dan efektif.

Saat memilih mitra, beberapa faktor perlu dipertimbangkan: rekam jejak dalam menangani ekspor makanan dan minuman, jaringan global yang kuat, serta pemahaman mendalam mengenai persyaratan spesifik untuk pengiriman komoditas pertanian. Kemampuan menyediakan solusi end-to-end, termasuk pergudangan, proses clearance kepabeanan (Bea dan Cukai), hingga pengiriman akhir, dapat sangat membantu merampingkan proses.

Mematuhi praktik terbaik untuk pengiriman yang hemat biaya dan tepat waktu juga penting. Ini mencakup mengoptimalkan pengemasan agar volume dan berat lebih efisien, mengonsolidasikan pengiriman jika memungkinkan, serta berkomunikasi secara proaktif dengan mitra logistik untuk mengantisipasi dan mengatasi potensi tantangan di sepanjang rantai pasok. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag