SeaBank: Jalankan Strategi Komunikasi yang Sederhana, Mudah Diingat, dan Relevan

Michael Salam, Direktur Bisnis SeaBank. (Dok: Pribadi)
Michael Salam, Direktur Bisnis SeaBank. (Dok: Pribadi)

SeaBank, atau PT Bank Seabank Indonesia, baru hadir sebagai bank digital di Indonesia tahun 2021. Cikal bakalnya adalah PT Bank Kesejahteraan Ekonomi yang diakuisisi oleh Sea Group, perusahaan teknologi dan internet global yang berkantor pusat di Singapura.

Dua Strategi

Saat ini SeaBank menjadi salah satu layanan bank digital yang banyak digunakan, khususnya di kalangan generasi muda. Dalam survei Indonesia Best Brands 2025, SeaBank pun meraih indeks tertinggi (41,6), mengungguli bank-bank digital lainnya di Indonesia.

Kelebihan SeaBank: menjadi bagian dari ekosistem Sea Group, yang juga merupakan pemilik Shopee, platform e-commerce dengan pengguna terbanyak di Indonesia. Maka, tidak mengherankan, SeaBank lebih banyak dipilih untuk transaksi digital.

Meski muncul dengan dukungan ekosistem besar, menurut Michael Salam, Direktur Bisnis SeaBank, tantangan yang dihadapi SeaBank tetap tidak kecil. Di tengah gempuran ratusan pesan promosi dan iklan setiap hari, membangun brand yang kuat dan melekat di ingatan masyarakat bukan perkara mudah.

Di era digital ini, konsumen mudah berubah, cepat berpindah, dan haus akan hal baru. Karena itu, SeaBank memahami bahwa strategi membangun citra merek tidak cukup hanya dengan promosi, tetapi harus menyentuh pengalaman pengguna yang nyata.

“Bagi SeaBank, tantangan terbesarnya justru terletak pada upaya menjaga relevansi dan kepercayaan di tengah pasar yang penuh distraksi. Itulah sebabnya, SeaBank menempatkan dua strategi utama sebagai fondasi: Customer First dan Keep It Simple, But Do It Right,” kata Michael.

Dia menjelaskan, strategi Customer First berarti seluruh produk, fitur, dan kampanye SeaBank selalu dirancang berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. Setiap masukan dan keluhan nasabah menjadi bahan perbaikan yang berkelanjutan.

Prinsip transparansi juga dipegang kuat oleh SeaBank. Komitmennya: memberikan keuntungan nyata kepada nasabah, baik melalui bunga tabungan yang kompetitif, kemudahan transaksi, maupun pengalaman digital yang aman dan cepat.

Adapun strategi Keep It Simple, But Do It Right mencerminkan filosofi bahwa masyarakat kini semakin menghargai produk dan layanan yang sederhana, mudah dipahami, tapi tetap berkualitas. SeaBank ingin menjadi bank yang “tidak ribet”, tetapi dapat diandalkan setiap saat. Pendekatan ini terbukti efektif.

“Hasil survei lembaga independen menempatkan SeaBank sebagai salah satu bank digital dengan awareness dan jumlah pengguna terbesar di Indonesia,” ungkap Michael.

Perkuat Brand Recall

Dalam membangun brand awareness, SeaBank memulai dari pemahaman mendalam terhadap perilaku target pasar. Tim pemasaran aktif mempelajari di mana audiens mengonsumsi informasi — media sosial, portal berita, ataupun kanal digital lainnya — agar setiap pesan yang dikirimkan selalu tepat sasaran.

Dan, agar mudah diterima, menurut Michael, pesan komunikasi SeaBank selalu dibuat sederhana, mudah diingat, dan relevan. “Di tengah derasnya arus informasi, kesederhanaan menjadi kekuatan. Kalimat yang singkat namun bermakna terbukti lebih mudah menempel di benak masyarakat dan memperkuat brand recall,” katanya.

Strategi komunikasi SeaBank memadukan dua pendekatan: digital sebagai fondasi utama dan kampanye 360 derajat (above the line/ATL & below the line/BTL) untuk memperkuat momen penting.

“Kanal digital memberikan jangkauan luas dan efisiensi tinggi, sementara kampanye above the line seperti televisi, billboard, dan media cetak tetap digunakan untuk membangun kesadaran merek di lapisan masyarakat yang lebih luas. Semua dilakukan dengan prinsip konsistensi agar SeaBank selalu hadir dalam keseharian pengguna,” dia menjelaskan.

aktivitas iklan SeaBank. (Foto: seabank.co.id)
Aktivitas iklan SeaBank. (Foto: seabank.co.id)

Dalam membangun hubungan dengan pelanggan/nasabah, masih menurut Michael, salah satu kekuatan utama SeaBank ialah kemampuannya memahami kebutuhan dan perilaku pelanggan.

Melalui riset dan immersion berkala, perusahaan berinteraksi langsung dengan pengguna untuk mendapatkan pemahaman/wawasan mendalam (insight), baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Wawasan tersebut kemudian menjadi dasar untuk merancang strategi komunikasi, pengembangan fitur, hingga inovasi produk.

SeaBank juga aktif mendengarkan umpan balik dari nasabah melalui kanal layanan pelanggan ataupun media sosial. Setiap masukan diproses dan dianalisis untuk menemukan insight penting yang dapat digunakan dalam perbaikan layanan. Melalui cara ini, SeaBank dapat cepat beradaptasi dengan perubahan perilaku atau ekspektasi konsumen.

“Bagi SeaBank, tantangan terbesarnya justru terletak pada upaya menjaga relevansi dan kepercayaan di tengah pasar yang penuh distraksi. Itulah sebabnya, SeaBank menempatkan dua strategi utama sebagai fondasi: Customer First dan Keep It Simple, But Do It Right.

Kehadiran media sosial dimanfaatkan secara maksimal. Akun resmi SeaBank di berbagai platform aktif memberikan informasi terkini seputar produk, promosi, hingga edukasi literasi keuangan. Tidak berhenti di sana, SeaBank juga mendorong interaksi dua arah melalui konten yang menarik, seperti kuis berhadiah atau kampanye komunitas. Pendekatan ini menciptakan hubungan yang lebih personal dengan nasabah dan meningkatkan engagement rate secara alami.

Respons cepat terhadap pertanyaan dan keluhan di media sosial juga menjadi salah satu bentuk nyata komitmen SeaBank. Tim digital mereka bekerja hampir tanpa henti untuk memastikan setiap nasabah mendapat jawaban yang cepat dan tepat. Di dunia digital, kecepatan merespons sering menjadi bentuk nyata dari kepercayaan.

Pertumbuhan Pengguna Tercepat

Dalam hal inovasi, Michael mengungkapkan, SeaBank berani menghadirkan fitur yang berbeda dari kebanyakan bank digital lainnya. Salah satu inovasi populernya adalah Bunga Cair Harian, yang memungkinkan nasabah menerima bunga setiap hari, bahkan dengan saldo mulai dari Rp1.

“Fitur ini bukan sekadar gimmick, melainkan solusi yang menjawab perilaku masyarakat yang ingin hasil instan dan mudah dipantau,” dia menegaskan.

Selain itu, proses pembukaan rekening yang hanya membutuhkan waktu kurang dari tiga menit juga menunjukkan komitmen SeaBank terhadap kemudahan akses. Calon nasabah cukup melakukan verifikasi wajah (selfie), sementara sistem canggih SeaBank akan mengenali identitas dan mencocokannya dengan data pemerintah. Proses yang cepat, aman, dan efisien ini menjadi nilai tambah yang memperkuat kepercayaan publik terhadap keamanan teknologi SeaBank.

Dengan strategi komunikasi dan inovasi produk yang dijalankan secara konsisten, Michael mengklaim, SeaBank kini berada di posisi yang kuat di pasar bank digital Indonesia.

Awareness dan loyalitas pengguna meningkat signifikan. Survei terbaru menunjukkan SeaBank menjadi salah satu bank digital dengan pertumbuhan pengguna tercepat di Indonesia, dengan lebih dari puluhan juta nasabah aktif dan rata-rata transaksi harian mencapai rata-rata Rp3 triliun,” ungkapnya.

Kinerja ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan strategi pemasaran, tetapi juga menjadi bukti bahwa prinsip sederhana seperti “mendengarkan pelanggan” dan “menyederhanakan pengalaman” masih sangat relevan di era digital yang serba kompleks. SeaBank berhasil memadukan teknologi, empati, dan strategi komunikasi yang cerdas untuk menciptakan pengalaman keuangan yang modern dan manusiawi.

Dan, Michael menegaskan lagi, SeaBank berkomitmen untuk terus melakukan inovasi sesuai dengan kebutuhan nasabah agar bisa menjadi pilihan nomor satu bank digital bagi masyarakat Indonesia. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag