TransNusa Buka Rute Penerbangan Denpasar–Singapura, Industri Penerbangan Kian Sengit

Pesawat Trans Nusa di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. (Foto : Istimewa).
Pesawat TransNusa di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. (Foto : Istimewa).

Upaya memperkuat konektivitas udara Bali kembali berlanjut. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai resmi menambah opsi penerbangan langsung ke Singapura melalui pembukaan rute baru oleh TransNusa.

Ini menjadikan jumlah maskapai penerbangan yang melayani jalur strategis tersebut bertambah menjadi 9 maskapai. Ekspansi TransNusa ini menegaskan posisi Bali sebagai salah satu destinasi global dengan pertumbuhan permintaan perjalanan internasional paling dinamis di kawasan.

Penerbangan perdana TransNusa dengan Airbus A320 pada Senin pagi (17/11/2025) mengawali operasional rute Denpasar–Singapura dengan frekuensi enam kali per minggu. Langkah ini menambah kapasitas kursi sekaligus memperluas pilihan bagi wisatawan dan pelaku perjalanan bisnis, khususnya menuju salah satu hub aviasi terbesar di Asia Tenggara.

General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, menjabarkan penambahan TransNusa sebagai sinyal positif dan kepercayaan pelaku aviasi terhadap pasar Bali.

"Rute Singapura mencatat trafik tertinggi sepanjang 2025, dan tambahan operator tentu memperkaya konektivitas serta meningkatkan daya saing bandara,” ujarnya di Denpasar (18/11/2025).

Saat ini, rute Denpasar–Singapura telah dilayani Garuda Indonesia, Singapore Airlines, Scoot, Indonesia AirAsia, KLM Royal Dutch Airlines, Batik Air, Jetstar Airways, dan Saudia Airlines. Dengan volume permintaan yang stabil, kompetisi antarmaskapai diharapkan mendorong harga lebih kompetitif sekaligus memperbesar potensi arus wisatawan.

Syaugi mengatakan kehadiran TransNusa memberi nilai strategis bagi percepatan pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi Bali. “Singapura tetap menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara serta simpul distribusi rute panjang. Akses langsung yang semakin kuat akan berdampak pada peningkatan kunjungan dan aktivitas ekonomi daerah,” jelasnya.

Bandara I Gusti Ngurah Rai melayani lebih dari 45 rute internasional dan 11 rute domestik yang dioperasikan oleh lebih dari 51 maskapai penerbangan. Penambahan rute baru oleh TransNusa menjadi bukti berlanjutnya investasi dan ekspansi industri penerbangan di Bali, yang secara konsisten menjaga reputasinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan konektivitas udara Indonesia. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag