MNC Asia Holding (BHIT) Susun Ulang Portofolio, Jual 1,68 Miliar Saham MNC Energy (IATA) demi Mitra Strategis
PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) melakukan transaksi penjualan 1,68 miliar lembar saham PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) pada 13 November 2025. Harga penjualan dilakukan di Rp88, sehingga BHIT diperkirakan meraup dana sebesar Rp147,84 miliar.
“Tujuan dari transaksi untuk pengembangan usaha dengan mitra strategis,” jelas Direktur PT MNC Asia Holding Tbk, Tien dari laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (18/11/2025).
Tien merinci, penjualan saham IATA tersebut membuat BHIT mengurangi total sahamnya menjadi sebanyak 5,89 miliar lembar saham atau porsinya 18,84%. Sebelumnya, BHIT menguasai 7,57 miliar lembar saham atau 24,21%. Sehingga, persentase saham yang ditransaksikan sebesar 5,37%.
BHIT merupakan pengendali langsung dari IATA. Mengutip dari laporan bulanan registrasi pemegang efek yang berakhir pada 31 Oktober 2025, BHIT selaku pengendali IATA menguasai 24,21% atau sebanyak 7,57 miliar pada bulan tersebut. Satu bulan sebelumnya, BHIT masih mempertahankan jumlah saham dan porsi saham IATA.
Selain itu, IATA juga dikuasai oleh PT Karya Pacific. Per 31 Oktober 2025, perusahaan tersebut menguasai 12,31 miliar lembar saham atau porsinya 38,39%. Meskipun demikian, perusahaan tersebut bukanlah pengendali IATA.
Sedangkan BHIT, masih dikuasai oleh HT Investment Development yang berbasis di Kepulauan Virgin Britania Raya. Perusahaan tersebut memegang 13,23 miliar lembar saham atau 15,85%. Kemudian, BHIT dikuasai oleh pengendali dari PT Bhakti Panjiwira sebanyak 5,26 miliar atau 6,23%. Terakhir, oleh konglomerat Hary Tanoesoedibjo sebanyak 2,68 miliar lembar atau 3,22%.
Selebihnya, BHIT dipegang oleh bank asal Singapura, yaitu DBS Bank Ltd S/A sebanyak 8,32 miliar lembar. Porsinya di BHIT, sebesar 9,96%.
Mengutip data perdagangan dari aplikasi IDX Mobile pada pukul 16.13 WIB, harga saham BHIT ditutup stagnan di Rp33. Namun, emiten perindustrian tersebut membukukan kapitalisasi pasar sebesar Rp2,84 triliun dengan volume transaksi sebanyak 6,65 juta saham.
Sementara itu, harga saham IATA ditutup minus 3,37%, yang terkoreksi menjadi Rp86 dari Rp89. Emiten energi tersebut membukukan kapitalisasi pasar sebesar Rp2,68 triliun dengan volume transaksi sebanyak 26,24 juta saham. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.