8 Perusahaan Lokal Alat Kesehatan Berpartisipasi Pameran Medica 2025 di Jerman

(foto: Kemendag)
(foto: Kemendag)

Kementerian Perdagangan terus mengukuhkan komitmennya dalam mendorong penguatan ekspor alat kesehatan (alkes) nasional. Sebagai langkah strategis, Indonesia kembali berpartisipasi pada pameran alat kesehatan terbesar dunia yakni Medica 2025 di Jerman pada 17-20 November. Pameran ini bisa dihadiri lebih dari 80 ribu pengunjung saban tahunnya.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Fajarini Puntodewi, menuturkan paviliun Indonesia berhasil menarik minat pengunjung dari berbagai negara, antara lain, Jerman, Amerika Serikat, Jepang, Belanda, Inggris, Prancis, dan Singapura.

“Minat utama mereka meliputi peluang kerja sama strategis dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia, peningkatan teknologi alat kesehatan, serta eksplorasi berbagai produk yang ditampilkan para peserta Indonesia,” ucapnya dalam siaran pers, Selasa (18/11/2025).

Indonesia mencatatkan kinerja ekspor yang membanggakan untuk peralatan kesehatan. Berdasarkan data Statista, ekspor peralatan kesehatan Indonesia ke dunia mencapai USD 3,34 miliar pada 2023 dan meningkat hingga 200% selama periode 2020—2023.

Sebanyak delapan pelaku usaha alat kesehatan Indonesia berkesempatan menampilkan portofolio produk unggulan mereka di Paviliun Indonesia dalam Medica 2025. Mereka adalah Graha Tekno Medika dengan produk kelengkapan rumah sakit seperti alat diagnostik dan bedah; Haloni Jane dengan produk sarung tangan medis; Jayamas Medica Industri dengan produk masker medis, antiseptik, dan alat suntik (syringe); Oneject Indonesia dengan produk peralatan radiologi, alat suntik, perlengkapan cuci darah, dan perlengkapan urologi.

Selanjutnya, Rejeki Putra Putri Eliman dengan produk popok dewasa sekali pakai dan masker; Sugih Instrumendo Abadi dengan produk alat medis bersertifikasi ISO; Sterin Laboratories dengan produk kebersihan dan higienitas; serta Elvinco Med Tech dengan produk perangkat uji cepat untuk malaria, hepatitis, dan deteksi penyalahgunaan obat. (*)

# Tag