BSI Luncurkan Program “Griya Hakim” untuk Anggota Ikatan Hakim Indonesia
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjalin kerja sama dengan Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) untuk penyediaan fasilitas pembiayaan griya dan layanan perbankan syariah lainnya.
Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta mengatakan, segmen konsumer, khususnya pembiayaan griya, menjadi segmen yang terus dibidik. Pasalnya, perumahan merupakan salah satu sektor prioritas program pemerintah, terutama terkait penyediaan rumah layak huni, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Bob menambahkan, kebutuhan rumah di Indonesia terus meningkat. Di BSI sendiri, terdapat tren positif dengan rata-rata booking sekitar Rp1 triliun per bulan yang didominasi pembelian rumah pertama di kisaran Rp500 juta hingga Rp2 miliar, take over, renovasi, maupun kebutuhan lainnya. Hal ini dinilai sebagai sinyal positif bahwa sektor perumahan masih diminati masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
Ketua Umum Pengurus Pusat IKAHI Yasardin menyampaikan terima kasih kepada BSI yang telah memfasilitasi anggota IKAHI untuk pembiayaan perumahan bagi hakim dan warga peradilan dengan harga spesial lewat Program BSI Griya Hakim.
"Kerja sama ini sangat memudahkan teman-teman hakim dalam memiliki rumah khususnya bagi keluarga hakim muda. BSI juga memberikan kemudahan kepemilikan emas mulai dari Rp50 ribu kepada anggota kami," tuturnya.
Lebih lanjut, Bob mengatakan penandatanganan kerja sama dengan IKAHI bukan sekadar pemenuhan target bisnis, namun merupakan langkah konkret BSI dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan profesional dan aparatur negara. Para hakim adalah bagian penting dari Islamic ecosystem dan payroll yang sedang dibangun BSI, khususnya dalam pilar organisasi Islam dan pilar sosial.
Harapannya, melalui kerja sama ini BSI bersama IKAHI dapat memfasilitasi pembiayaan bagi lebih dari 9.000 ASN di lingkungan dan civitas IKAHI. Tak hanya menawarkan produk perumahan, BSI juga akan memperkenalkan investasi emas melalui layanan bank bullion yang diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025, serta perencanaan ibadah haji dan umrah secara terencana.
Untuk diketahui, pada September 2025 BSI Griya tumbuh 7,22% year-on-year (YoY) dengan outstanding mencapai Rp59,49 triliun. BSI semakin menggiatkan ekspansi kepemilikan rumah sesuai segmen dan profil nasabah, baik pegawai maupun wirausaha, sehingga pembiayaan meningkat dengan tetap menjaga kualitas yang sehat. Saat ini pembiayaan BSI Griya memiliki kualitas sehat dengan indikasi NPF gross sekitar 2%.
Bob menegaskan bahwa penyediaan rumah tinggal yang layak selaras dengan nilai-nilai maqashid syariah. Di sinilah peran BSI sebagai mitra strategis masyarakat dalam menyediakan rumah sebagai kebutuhan pokok sekaligus investasi jangka panjang. Saat ini BSI juga menjangkau generasi Z dan anak-anak muda melalui fasilitas BSI Griya dengan jangka waktu hingga 30 tahun.
Langkah ini diharapkan dapat menggarap pangsa pasar yang lebih luas dengan tiering pembiayaan medium size namun masif. Untuk itu, BSI terus menghadirkan berbagai alternatif, antara lain dengan menggandeng developer terpercaya yang dapat menyediakan lokasi strategis, kualitas rumah yang baik, dan harga yang kompetitif. (*)