J&T Express Ajak Cek, Curiga dan Cancel agar Terhindar dari Penipuan Online

Di tengah meningkatnya tren belanja online dan aktivitas digital masyarakat, risiko penipuan online (phishing) juga ikut meningkat. Sebagai perusahaan logistik, J&T Express berkomitmen meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan bertransaksi dalam pengiriman barang melalui kampanye edukatif 3C: Cek, Curiga, Cancel.

Laporan Patroli Siber Kepolisian Republik Indonesia mencatat lebih dari 14.000 aduan penipuan online yang melibatkan berbagai modus kejahatan digital, termasuk yang mengatasnamakan perusahaan logistik.

Kampanye 3C J&T Express hadir sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan literasi digital untuk membantu publik mengenali potensi penipuan, khususnya yang kerap terjadi di ranah pengiriman barang.

“Melalui kampanye 3C, kami ingin mendorong masyarakat agar lebih waspada terhadap pesan, tautan, atau panggilan yang mengatasnamakan J&T Express. Kami juga menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah meminta data pribadi atau pembayaran di luar kanal resmi," ujar Herline Septia, Brand Manager J&T Express, Kamis (20/11/2025).

Melalui 3C, J&T Express mengajak masyarakat menerapkan tiga langkah sederhana saat menghadapi potensi penipuan digital:

  1. Cek: selalu periksa kembali kebenaran informasi, tautan, atau pesan yang diterima dalam bentuk apa pun.

  2. Curiga: waspada terhadap detail yang mencurigakan, terutama permintaan data pribadi atau permintaan transfer sejumlah dana. J&T Express tidak pernah meminta pembayaran melalui chat pribadi. Wajib curiga jika detail resi tidak sesuai pesanan atau merasa tidak pernah memesan paket tersebut.

  3. Cancel: hentikan interaksi, abaikan, dan jangan klik tautan atau memberikan data jika merasa ragu atau curiga.

Berbagai bentuk phishing yang sering mengatasnamakan J&T Express umumnya berupa pesan palsu terkait pengiriman paket yang dikirim langsung ke nomor WhatsApp atau SMS konsumen, situs web tiruan yang menipu korban untuk bertransaksi seolah-olah di kanal resmi perusahaan, hingga skema pengembalian dana atau biaya tambahan melalui QR yang justru menarik dana korban ketika dipindai.

“Keamanan pelanggan menjadi prioritas kami. Edukasi publik tentang phishing bukan hanya untuk melindungi pengguna layanan J&T Express, tetapi juga membangun kebiasaan digital yang lebih aman di masyarakat,” tambah Herline. J&T Express berharap masyarakat dapat lebih cepat mengenali tanda-tanda penipuan digital dan turut menyebarkan edukasi ini ke lingkungan sekitarnya. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag