IHSG Berpeluang Menguat ke Level 8.500, Investor Perhatikan Area Pelemahan

IHSG Berpeluang Menguat ke Level 8.500, Investor Perhatikan Area Pelemahan

Sejumlah sekuritas mencermati, indeks harga saham gabungan (IHSG) berpeluang lanjutkan penguatan pada Jumat (21/11/2025). Hal ini didukung oleh sentimen domestik, salah satunya dari surplus kinerja neraca transaksi berjalan.

MNC Sekuritas Indonesia menganalisis, IHSG masih akan berada di area penguatan. Ada dua skenario, yaitu di area support dengan level 8.341 atau 8.276 dan area resistance di level 8.488 hingga 8.532.

“IHSG masih berpeluang menguat ke rentang area 8.540-8.577,” jelas MNC Sekuritas Indonesia dari risetnya pada pagi ini.

Namun, Phintraco Sekuritas melihat IHSG berpeluang bearish atau mengalami penurunan level. Ini disebabkan adanya pola pembalikan arah tren secara teknikal. Ini juga disertai dengan Stochastic RSI yang bergerak menuju area pivot.

“Kami memperkirakan IHSG berpotensi melemah menuju level 8.350-8.400 pada perdagangan Jumat (21/11),” jelas Phintraco Sekuritas. Adapun, Stochastic RSI adalah indikator untuk mencermati harga saham atau indeks dalam kondisi jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold).

Senada dengan Phintraco Sekuritas, Samuel Sekuritas Indonesia melihat peluang pelemahan IHSG hari ini dari pembukaan pasar Asia-Pasifik. Pagi ini, indeks Nikkei di Jepang dibuka melemah 2,66%. Sedangkan indeks Kospi di Korea Selatan juga dibuka melemah 3,57%.

“Kami memperkirakan IHSG akan bergerak melemah hari ini di tengah sentiment negatif dari pasar regional,” jelas Samuel Sekuritas Indonesia pada pagi ini.

Dari sisi saham, MNC Sekuritas mengandalkan saham-saham dari sektor properti, barang baku, dan energi. Misalnya, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dari sektor energi. Kemudian, Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dari sektor barang baku, dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dari sektor properti dan real estat.

Sementara, Phintraco Sekuritas menjagokan saham-saham berbagai sektor. Misalnya, Gozco Plantations Tbk (GZCO) dari sektor barang konsumen primer, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dari sektor teknologi, INKP, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) dari sektor keuangan, dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dari sektor energi.

Samuel Sekuritas Indonesia juga menjagokan saham-saham dari berbagai sektor. Misalnya, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) dan Rukun Raharja Tbk (RAJA) dari sektor energi, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) dan PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) dari sektor barang konsumen non-primer.

Sebelumnya, IHSG menguat 0,16% ke level 8.419 pada Kamis (20/11/2025). Namun, penguatan ini disertai dengan tekanan jual, sehingga pergerakannya, menurut MNC Sekuritas, sempat menguji di area resistance.. (*)

# Tag