Fundamental Kuat, RBC 360,9%: Tugu Insurance Gaspol Sambut 2026

Fundamental Kuat, RBC 360,9%: Tugu Insurance Gaspol Sambut 2026
Gedung Tugu Insurance. (Foto : Istimewa).

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (“Perseroan” atau “Tugu Insurance”) menggelar Public Expose (Pubex) pada 20 November 2025 sebagai wujud komitmen terhadap keterbukaan informasi kepada publik dan pemegang saham.

Dalam forum ini, manajemen memaparkan arah strategi bisnis berkelanjutan, capaian kinerja yang solid, serta penguatan penerapan aspek Environmental, Social & Governance (ESG).

Pada Pubex 2025, Direksi Tugu Insurance menguraikan fokus strategi sepanjang tahun 2025 yang bertumpu pada beberapa pilar utama. Perseroan menargetkan peningkatan pangsa pasar dengan memperkuat basis bisnis di segmen korporasi, BUMN, dan ritel; memperkuat kualitas akseptasi risiko dan meningkatkan retensi untuk bisnis dengan profil risiko baik, sambil tetap berpegang pada prinsip prudent underwriting.

Di sisi lain, Tugu Insurance juga mengoptimalkan hasil investasi terutama pada instrumen berimbal hasil menarik, memaksimalkan kontribusi anak perusahaan untuk mendongkrak pendapatan usaha lainnya, serta mengelola biaya secara optimal dengan tetap menjaga efektivitas.

Presiden Direktur Tugu Insurance, Adi Pramana, menegaskan arah penguatan fondasi bisnis di tahun berjalan. Menurutnya, tahun 2025 merupakan momentum penting bagi Tugu Insurance untuk memperkuat fondasi bisnis melalui inovasi, disiplin manajemen risiko, dan pengelolaan perusahaan yang berorientasi pada keberlanjutan.

"Kami berterima kasih atas dukungan para pemegang saham, mitra bisnis dan seluruh pemangku kepentingan lainnya. Kami optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan bisnis yang positif pada tahun-tahun mendatang,” ujar Adi.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, kinerja Tugu Insurance tercatat tetap kokoh. Perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp594,8 miliar, di tengah implementasi penuh standar akuntansi PSAK 117 serta dinamika industri dan ekonomi yang menantang.

Capaian ini menunjukkan kemampuan Tugu Insurance menjaga profitabilitas secara konsisten di tengah perubahan lanskap industri asuransi yang kian kompleks.

Hingga Triwulan 3 2025, Perseroan mencatat Hasil Jasa Asuransi sebesar Rp682,6 miliar. Pertumbuhan premi Tugu Insurance juga mencapai 5,6%, jauh melampaui rata-rata industri yang sebesar 3,4%. Dari sisi posisi pasar berdasarkan Gross Written Premium (GWP), Perseroan mempertahankan kepemimpinan di lini bisnis marine hull dan aviation.

Pada lini properti, peringkat Tugu Insurance di industri meningkat dari posisi keempat menjadi posisi kedua pada tahun 2024. Selain itu, Perseroan juga tetap berada di jajaran lima besar untuk lini marine cargo dan energy offshore. Kekuatan posisi di berbagai lini ini ikut menopang kinerja operasional yang solid dan membangun fondasi pertumbuhan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Fitri Azwar selaku Direktur Keuangan & Layanan Korporat menjelaskan bahwa pada Triwulan 3 2025, hasil investasi Perseroan tumbuh 21% secara tahunan menjadi Rp509 miliar. Hal ini mencerminkan strategi pengelolaan aset likuid dan portofolio investasi yang prudent untuk menjaga imbal hasil tetap stabil di tengah volatilitas pasar.

“Pendapatan usaha lainnya tercatat Rp390,9 miliar, dikontribusikan oleh pertumbuhan berkelanjutan dari anak-anak usaha Tugu Insurance yang terus memperkuat diversifikasi pendapatan TUGU Group” tambah Fitri.

Penerapan penuh PSAK 117 pada tahun ini meningkatkan transparansi sekaligus menyelaraskan pelaporan keuangan Perseroan dengan standar internasional. Total aset dan ekuitas Tugu Insurance juga meningkat dibandingkan posisi akhir Desember 2024.

Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan aset kontrak asuransi dan reasuransi, serta kinerja hasil investasi yang tetap kuat sepanjang tahun berjalan, sehingga menegaskan struktur permodalan yang sehat dan tangguh.

Dari sisi permodalan, Risk Based Capital (RBC) Perseroan per September 2025 berada di level 360,9%, jauh di atas ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120%. Rasio RBC tersebut juga masih melampaui rata-rata industri asuransi umum dan reasuransi yang tercatat 326,4%.

Sementara itu, Rasio Kecukupan Investasi (RKI) Tugu Insurance pada Juli 2025 berada di angka 272,6%, jauh lebih tinggi dari rata-rata industri asuransi umum dan reasuransi yang berada di level 166,5%. Tingkat RBC dan RKI yang berada di atas rata-rata industri ini mencerminkan kekuatan permodalan, kemampuan Perseroan dalam memenuhi seluruh kewajiban, serta tingkat kesehatan keuangan yang sangat solid.

Sebagai emiten anak usaha PT Pertamina (Persero) dengan kode saham TUGU, Perseroan secara konsisten memperkuat penerapan ESG melalui berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikemas dalam payung program Bakti Tugu.

Pada aspek lingkungan (Environmental), Tugu Insurance telah melaksanakan program pelestarian ekosistem laut dengan menanam lebih dari 10.000 pohon mangrove dan menerapkan konsep ekonomi sirkular untuk pengelolaan limbah tekstil hingga 1,7 ton, sebagai upaya mendorong praktik ekologis yang lebih bertanggung jawab. Sejalan dengan itu, Perseroan juga aktif mendukung transisi energi melalui perlindungan aset-aset energi bersih dan penyusunan kajian mendalam terkait carbon insurance.

Di sisi sosial, Tugu Insurance menempatkan literasi sebagai fondasi penting pertumbuhan berkelanjutan. Karena itu, program literasi keuangan dan asuransi dijalankan secara masif ke berbagai kalangan—mulai dari kampus, sekolah, hingga komunitas masyarakat.

Hingga Triwulan Ketiga 2025, lebih dari 15 ribu penerima manfaat telah merasakan dampak program Bakti Tugu dan jumlah ini terus meningkat. Rangkaian inisiatif tersebut menunjukkan bahwa bagi Tugu Insurance, keberlanjutan bukan sekadar jargon atau komitmen di atas kertas, tetapi bagian tak terpisahkan dari identitas perusahaan dan strategi jangka panjang yang dijalankan secara konsisten.

Dalam hal tata kelola (Governance), Tugu Insurance senantiasa memperkuat penerapan kebijakan antikorupsi dan antiswap, serta menjaga transparansi sebagai perusahaan publik.

Perseroan juga berhasil mempertahankan sertifikasi ISO 37001:2016 sebagai bukti penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang efektif. Selain itu, sistem whistleblowing yang terintegrasi terus diperkuat sebagai kanal pengaduan yang menjamin keterbukaan dan penegakan integritas di setiap proses bisnis.

Pada tahun 2025, lembaga pemeringkat internasional A.M. Best kembali menganugerahkan Tugu Insurance peringkat Global Financial Strength Rating “A- (Excellent)” yang mencerminkan kekuatan profil risiko dan permodalan Perseroan.

Peringkat ini merupakan yang terbaik untuk Indonesia dan telah berhasil dipertahankan selama sembilan tahun berturut-turut sejak 2016, menandakan konsistensi kinerja dan keandalan Tugu Insurance di mata lembaga pemeringkat global.

Menutup paparan, Adi menegaskan kesiapan Perseroan memasuki tahun berikutnya. ”Dengan fundamental yang kuat, permodalan yang solid, dan strategi yang terarah, Tugu Insurance siap memasuki tahun 2026 dengan optimisme tinggi. Komitmen kami terhadap keberlanjutan, tata kelola, dan pelayanan terbaik, semakin memperkuat posisi Tugu Insurance sebagai perusahaan asuransi umum terkemuka,” ujar Adi menegaskan. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag