Diagnos Laboratorium Utama (DGNS) Menyiapkan Investasi Rp12 Miliar di 2026
PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) berencana menggulirkan ekspansi di tahun depan. Hal tersebut diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan kinerja keuangan sekaligus memperkuat posisi Diagnos sebagai pemain utama di industri laboratorium klinik nasional.
Fokus tahun depan adalah mengoptimalkan seluruh klinik agar beroperasi secara fungsional dan maksimal. Guna mendukung rencana tersebut, manajemen DGNS menyiapkan investasi sekitar Rp12 miliar untuk pengadaan alat laboratorium baru dan pengembangan layanan berbasis functional medicine.
Fergus Richard, Direktur Utama DGNS, mengatakan perseroan memperluas jaringan laboratorium dan memperkuat lini bisnis klinik. Sepanjang 2025, perusahaan telah membangun satu klinik utama di Jakarta, dan akan segera mengoperasikan dua klinik utama lainnya di Makassar dan Batam.
“Ketiga klinik tersebut difokuskan pada dua pilar layanan utama, yakni metabolic careserta woman & child care, termasuk layanan medical check-up bagi pelanggan korporasi maupun individu,” katanya di Jakarta, Rabu (26/11/2025). Ke depannya, DGNS merencanakan ekspansi lanjutan ke Medan, Surabaya, Semarang, dan Bali, dengan penambahan klinik dan fasilitas diagnostik baru.
Hingga kuartal III tahun 2025, DGNS telah mengoperasikan 36 jaringan laboratorium yang tersebar di berbagai kota besar di wilayah Sumatra, Jawa, Bali, dan Sulawesi. Jumlah ini ditargetkan meningkat menjadi 41 lokasi hingga akhir tahun, seiring strategi ekspansi yang terus dijalankan perusahaan.
Perseroan pada kuartal keempat tahun ini memproyeksikan kinerja membaik seiring tingginya permintaan corporate medical check-up. DGNS mengandalkan model smart medical check-up (MCU) yang memanfaatkan algoritma analitik untuk membaca data kesehatan pelanggan. “Antrean MCU korporasi sudah penuh sampai akhir tahun. Kami harap kontribusinya mendorong perbaikan kinerja kuartal IV tahun ini," kata Fergus.
Diagnos juga mengandalkan momentum proyek Corporate Smart Medical Check-Up yang mengalami lonjakan permintaan di kuartal IV, mendorong optimisme bahwa kinerja hingga akhir tahun akan lebih kuat dibanding kuartal sebelumnya.
Pendapatan DGNS pada kuartal III/2025 terkoreksi sebesar 2% apabila dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Perseroan menggelar berbagai inisiatif efisiensi, seperti penerapan sistem sentralisasi laboratorium dan investasi pada peralatan kesehatan modern, Perseroan berhasil mencatat peningkatan gross profit sebesar 8% serta pertumbuhan EBITDA sebesar 5%. “Capaian ini menunjukkan tren positif yang berbanding terbalik dengan penurunan pendapatan,” kata Fergus.
Perseroan menegaskan strategi diferensiasi dibanding para kompetitor melalui pengembangan layanan pemeriksaan yang unik dan berbasis kebutuhan pasar (market-based approach), serta penerapan strategi harga (pricing strategy) yang efektif. Harga saham DGNS pada penutupan perdagangan di 26 November 2025 terkoreksi sebesar 10,42% atau menjadi Rp172 dari perdagangan sebelumnya. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.