Bali Culinary Pastry School Mencetak Talenta Kuliner Berdaya Saing Global, Kreasinya Nyanyi Bali

Bali Culinary Pastry School di Tabanan, Bali. (Foto : Silawati/SWA).
Bali Culinary Pastry School di Tabanan, Bali. (Foto : Silawati/SWA).

Tren positif terhadap permintaan profesional kuliner di industri perhotelan dan gastronomi internasional itu direspons oleh Bali Culinary Pastry School (BCPS) untuk menjadi lembaga pendidikan vokasi paling progresif di Indonesia. BCPS, yang berdiri sejak 2016 di kawasan pesisir Nyanyi, Tabanan di Bali itu menjawab kekurangan pasokan SDM kuliner berkualitas yang siap bersaing di pasar global.

Bernaung di bawah Bali International Training and Development Centre (BITDeC) yang berlokasi di area seluas 15 hektar, BCPS mengembangkan model pendidikan yang memadukan standar internasional, disiplin teknis berlevel industri, dan orientasi pada mobilitas karier global. Pendekatan inilah yang mendorong keseragaman kualitas antara lulusan BCPS dengan kebutuhan operasional hotel dan restoran dunia.

Dalam sembilan tahun, BCPS telah menarik siswa dari 66 kota di 23 provinsi serta 10 negara, menjadikannya salah satu sekolah kuliner dengan keragaman mahasiswa paling tinggi di Indonesia. Kombinasi fasilitas modern, kurikulum adaptif, dan praktik intensif membuat BCPS menjadi tujuan strategis bagi mereka yang ingin memasuki industri kuliner profesional.

BCPS mencatat pertumbuhan jaringan internasional yang agresif dalam dua tahun terakhir. Jika pada 2023 sekolah ini hanya bermitra dengan satu grup hotel di Prancis, maka kini BCPS telah bekerja sama dengan 18 institusi bergengsi di Prancis, Italia, dan Hong Kong. Di antaranya: 8 restoran berbintang Michelin, properti Relais & Châteaux, dan jaringan perhotelan premium yang membuka akses karier langsung

Melalui jejaring ini, BCPS menyediakan program pertukaran pelajar, magang profesional, hingga jalur karier internasional. Pada 2023, BCPS mengirimkan siswa pertama untuk magang di Barrière Hotels, diikuti kolaborasi prestisius dengan La Maison Paul Bocuse, restoran dua bintang Michelin di Lyon. Kolaborasi ini menjadi validasi kuat bahwa standar kemampuan siswa BCPS selaras dengan ekspektasi industri global.

Hingga 2025, BCPS telah menghasilkan lebih dari 1.000 lulusan, dengan 155 siswa aktif yang kini mengikuti program reguler maupun magang internasional. Banyak dari alumninya berkarier di hotel-hotel internasional, restoran fine dining, serta membuka bisnis kuliner mandiri di berbagai negara.

BCPS merupakan bagian dari inisiatif jangka panjang sebuah grup bisnis multigenerasi asal Indonesia yang sejak 1990 konsisten mengembangkan proyek berbasis nilai. Dengan demikian, BCPS tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan formal, tetapi juga sebagai motor penggerak ekosistem kuliner dan pariwisata berkelanjutan di Bali.

Pendidikan selalu menjadi landasan dari setiap inisiatif kami. Fokus kami adalah membekali generasi muda dengan keterampilan, kepercayaan diri, dan wawasan global, tanpa meninggalkan nilai dan kearifan budaya Indonesia,” ujar Made Ariani Siswanto, Founder BCPS di Tabanan, Rabu (26/11/20250. Dia meyakini para tenaga kuliner itu memperoleh kesempatan untuk mencetak prestasi di masa mendatang.

Dengan strategi ekspansi internasional yang konsisten, kurikulum adaptif, serta komitmen terhadap keberlanjutan, BCPS kian meneguhkan posisi sebagai institusi vokasi kuliner unggulan di Indonesia. Fokusnya bukan hanya mencetak koki terampil, tetapi membangun generasi pemimpin kuliner yang mampu membawa standar industri gastronomi Indonesia ke panggung dunia.(*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag