Arie Siswanto Meneruskan Legasi Sang Ayah, Mengembangkan Ekosistem Pendidikan dan Destinasi Wisata Berkelanjutan

Managing Director Nyanyi Bali dan Founder Bali Culinary Pastry School (BCPS), Made Ariani Siswanto. (Foto : Istimewa).
Managing Director Nyanyi Bali dan Founder Bali Culinary Pastry School (BCPS), Made Ariani Siswanto. (Foto : Istimewa).

Managing Director Nyanyi Bali dan Founder Bali Culinary Pastry School (BCPS), Made Ariani Siswanto, menjadi figur kunci di balik lahirnya berbagai inisiatif strategis yang memperkuat pendidikan vokasi dan pembangunan berkelanjutan di Pulau Dewata. Arie, demikian sapaan akrabnya, berpengalaman di lintas industri dan visi jangka panjang untuk memimpin transformasi Nyanyi Bali menjadi ekosistem terpadu yang memadukan pendidikan, pengembangan talenta, dan stewardship wilayah.

Sebelum terjun ke dunia pendidikan dan hospitality, Arie mengemban peran sentral dalam memimpin perusahaan distribusi bahan bangunan yang beroperasi di Bali, Kalimantan Timur, NTB, dan NTT. Mengelola jaringan 16 cabang dan lebih dari 500 karyawan, ia membangun reputasi sebagai eksekutif yang piawai menerapkan standar operasional yang rapi dan berorientasi hasil. Pengalaman ini membentuk gaya kepemimpinannya: tegas, adaptif, namun tetap dekat dengan tim.

Pada 2015, Arie bersama mendiang ayahnya, Frans Bambang Siswanto, mendirikan Bali Culinary Pastry School (BCPS) dan Politeknik Internasional Bali (PIB). Kedua institusi tersebut lahir dari komitmen keluarga Siswanto untuk menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri global tanpa mengabaikan akar budaya Bali.Hingga kini, BCPS telah menarik siswa dari 66 kota di 23 provinsi serta 10 negara, menjadikannya salah satu institusi vokasi kuliner terkemuka di tingkat nasional dan regional.

Sejak 2019, Arie melanjutkan amanah keluarga dalam pengelolaan lahan dan pengembangan properti di kawasan Nyanyi, Tabanan. Fokusnya bukan sekadar menciptakan aset fisik, melainkan memastikan setiap langkah pembangunan selaras dengan prinsip keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Di bawah kepemimpinan ibu tiga anak ini, Nyanyi Bali tengah bertransformasi menjadi ekosistem integratif yang menghubungkan pendidikan vokasi, pengembangan SDM, gastronomi, serta pengembangan kawasan yang bertanggung jawab.

"Pendidikan selalu menjadi landasan dari setiap inisiatif kami. Fokus kami adalah membekali generasi muda dengan keterampilan, kepercayaan diri, dan wawasan global, tanpa meninggalkan nilai dan kearifan budaya Indonesia. Kami percaya ketika kesempatan dibuka seluas-luasnya, mereka akan berprestasi,” ujar Arie

Nilai keluarga menjadi dasar budaya organisasi Nyanyi Bali. Prinsip servant leadership, komitmen pada keunggulan, dan standar integritas tinggi diterapkan dalam setiap program dan kolaborasi. Kedua orang tuanya menekankan pentingnya nilai sebagai warisan.

"Orang tua kami mewariskan nilai-nilai yang berasaskan kepedulian, baik kepada manusia, budaya, dan alam. Yang kami lakukan saat ini adalah wujud nyata dari visi tersebut.”

Pada 2026, visi ini akan dituangkan dalam tema grup Nyanyi Bali: “A Legacy of Stewardship.” Nilai tersebut akan menjadi fondasi bagi seluruh unit—BITDeC, BCPS, PIB College, Kōro Bali, N Residence, serta inisiatif berikutnya.

Arie menempuh pendidikan luar negeri sejak masa sekolah menengah. Kombinasi pendidikan global, pengalaman operasional, dan visi multigenerasi menjadikannya salah satu pemimpin perempuan Bali yang memberi warna baru bagi lanskap pendidikan dan pengembangan wilayah di Indonesia.

Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Bali, Nyanyi Bali menawarkan kontras yang menenangkan. Pendekatannya tidak mengejar kecepatan, melainkan membangun masa depan dari akar budaya dan ekologi. Semua program diarahkan untuk menciptakan nilai jangka panjang—bukan sekadar ekspansi bisnis—dengan fokus pada keberlanjutan, kualitas, dan dampak sosial.

"Kapanpun misi yang kami emban akan tetap sama: menumbuhkan profesional kelas dunia yang memiliki tujuan dan passion. Pekerjaan ini terus berlanjut, begitu pula tanggung jawab untuk mengajar, memberdayakan, dan menciptakan peluang yang berdampak lintas generasi," ucapnya. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag