Gandeng Kosti, Layanan Taksi Bluebird Resmi Ekspansi ke Solo
Pagi di Solo kian ramai oleh lalu lintas orang dan cerita. Di sepanjang koridor stasiun, wisatawan menggandeng koper, pekerja bergegas mengejar waktu, sementara papan penunjuk arah ke berbagai destinasi wisata dan kuliner seolah tak pernah sepi dilirik.
Di tengah dinamika mobilitas yang terus tumbuh inilah, Bluebird Group resmi menghadirkan layanan taksi di Kota Solo, Jumat (28/11/2025). Solo menjadi kota kedua Bluebird di provinsi ini setelah Semarang, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan untuk menyediakan transportasi terstandarisasi dan mudah diakses bagi masyarakat yang ingin menjelajah kota dengan lebih nyaman.
Keputusan ekspansi ke Solo bukan sekadar menambah titik operasi di peta bisnis Bluebird. Kota ini dipandang memiliki potensi mobilitas yang tinggi, dengan karakter yang unik: kota budaya yang sekaligus menjadi destinasi bisnis dan wisata.
Arus perjalanan meningkat signifikan pada akhir pekan, musim liburan, dan periode event budaya yang digelar rutin sepanjang tahun. Dari keraton, sentra batik, hingga ruang-ruang kreatif baru, semua membutuhkan moda transportasi yang bisa diandalkan untuk jarak pendek hingga menengah.
Data Pemerintah Kota Surakarta turut mengafirmasi kebutuhan tersebut. Pada 2025, pemkot menargetkan 3,675 juta kunjungan wisatawan, tumbuh sekitar 5% dari estimasi tahun sebelumnya.
Target ambisius ini mencerminkan tingginya kebutuhan transportasi yang tidak hanya hadir, tetapi juga konsisten dalam kualitas layanan. Di sinilah Bluebird mencoba mengambil peran: menjadi penghubung yang rapi dalam ekosistem mobilitas Solo yang kian kompleks.
Agar tidak menjadi “pemain luar” yang asing di tengah ekosistem lokal, Bluebird memilih untuk tidak berjalan sendiri. Perusahaan menggandeng Kosti sebagai mitra lokal untuk memastikan layanan yang dibangun relevan dengan karakteristik perjalanan masyarakat Solo.
Kolaborasi ini memadukan standarisasi operasional Bluebird dengan peran kuat Kosti dalam ekosistem transportasi lokal, sehingga pengemudi lokal tetap berdaya, tidak tergeser, dan justru mendapat ruang untuk tumbuh.
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono, menegaskan bahwa ekspansi ke Solo adalah langkah penting dalam strategi pertumbuhan regional perseroan, dan kolaborasi menjadi salah satu kata kunci. Kerja sama dengan Kosti di Solo menjadi bagian dari inisiatif Kawan Bluebird, sebuah payung kemitraan yang dirancang untuk merangkul operator taksi lokal.
“Kawan Bluebird merupakan sebuah program kemitraan yang memungkinkan operator taksi lokal tetap bertahan, bahkan berkembang bersama melalui pelatihan layanan, pendampingan operasional, dan penerapan standar kualitas Bluebird,” kata Adrianto Djokosoetono dalam sambutannya.
Di lapangan, program ini diterjemahkan menjadi berbagai bentuk penguatan kapasitas. Pengemudi lokal tidak hanya masuk ke dalam sistem, tetapi juga mendapatkan pelatihan untuk menyesuaikan diri dengan standar layanan Bluebird.
Di sisi lain, teknologi pemesanan dan sistem operasional terintegrasi membantu mereka menjangkau penumpang dengan lebih efisien. Dengan cara ini, Bluebird berupaya hadir bukan sebagai pesaing, melainkan sebagai mitra yang mengangkat kualitas keseluruhan layanan taksi di kota.
Ketua Pengurus Kosti Solo, Bernadus Sigit Sugiarto, merasakan langsung dampak kerja sama ini terhadap anggotanya. Stabilitas operasional Kosti diharapkan semakin kuat berkat peningkatan akses penumpang dan pemanfaatan teknologi pemesanan.
“Pengemudi kami juga merasakan manfaat nyata dari pelatihan yang membantu mereka lebih siap bersaing dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan,” ucapnya. Pernyataan ini menangkap esensi dari kemitraan: bukan sekadar branding bersama, tetapi perubahan nyata pada cara pengemudi bekerja dan melayani.
Untuk memastikan layanan mudah dijangkau masyarakat dan wisatawan dalam berbagai keperluan — perjalanan harian, urusan bisnis, maupun wisata — Bluebird menyiapkan pangkalan di sejumlah titik mobilitas utama. Stasiun, kawasan hotel, pusat perbelanjaan, hingga rumah sakit dipilih sebagai simpul-simpul strategis. Kehadiran pangkalan ini diharapkan membuat penumpang tidak perlu lagi bertanya-tanya di mana bisa mendapatkan taksi yang jelas tarifnya dan terukur pelayanannya.
Kehadiran Bluebird di Solo sekaligus menandai babak baru perjalanan perusahaan yang kini beroperasi di 21 kota di Indonesia. Menariknya, sebelum layanan taksi reguler resmi masuk, Bluebird terlebih dahulu memperkenalkan Goldenbird, layanan rental mobil per jam maupun harian untuk kebutuhan perjalanan yang lebih personal dan terencana.
Di koridor mobilitas antarkota, Cititrans juga sudah lebih dulu hadir, mendukung pergerakan penumpang dari dan menuju Solo dengan sistem pemesanan yang dapat dilakukan melalui aplikasi Cititrans atau kanal resmi lainnya.
Rangkaian layanan tersebut — taksi reguler, Goldenbird, hingga Cititrans — menciptakan spektrum pilihan transportasi yang lebih luas bagi warga Solo dan pendatang. Di satu sisi, kota tetap mempertahankan karakter lokal melalui kehadiran pengemudi dan operator setempat. Di sisi lain, standar layanan dan teknologi yang dibawa Bluebird memberi kepastian bagi penumpang yang mengutamakan kenyamanan dan keamanan.
Di titik temu itulah, Solo dan Bluebird saling bertemu: kota yang sedang naik kelas dalam pariwisata dan bisnis, dan perusahaan transportasi yang berusaha relevan di tengah lanskap mobilitas yang terus berubah. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.