INET Perkuat Ekspansi Digital, Akuisisi THC dan PADA
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) tengah memperkuat ekspansi bisnisnya melalui rencana akuisisi dua perusahaan strategis, yakni PT Trans Hybrid Communication (THC) dan PT Personel Alih Daya Tbk (PADA).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi INET untuk memperluas portofolio layanan sekaligus memperkuat infrastruktur konektivitas nasional.
INET telah mencapai kesepakatan untuk mengambil alih 60 persen saham pengendali THC, sebuah perusahaan penanaman modal asing (PMA) yang bergerak di layanan IP Transit, Dedicated Internet, THX IX, IPLC, Managed Services, Co-Location Server, hingga cloud services.
THC juga memiliki aset strategis berupa backbone fiber optik yang membentang di berbagai titik penting di Kalimantan Barat, termasuk koneksi lintas negara menuju Kuching (Malaysia) dan Brunei Darussalam. Dengan izin NAP yang dimiliki, THC dapat beroperasi secara internasional, menjadikannya pemain penting dalam rantai konektivitas Asia Tenggara.
Direktur Utama INET, Muhammad Arif mengatakan, “Jalur konektivitas lintas batas ini akan memperkuat ketahanan jaringan nasional, terutama dengan potensi pengembangan jalur berbeda menuju internasional dari sisi tengah Indonesia.”
Selain itu, INET juga menyepakati rencana akuisisi 53,57 persen saham pengendali PADA, perusahaan outsourcing yang telah beroperasi selama 17 tahun dan menangani lebih dari 80 klien nasional. PADA mengelola lebih dari 36 ribu tenaga kerja di berbagai sektor layanan, mulai dari kurir, customer service, keamanan, kebersihan, hingga industri telekomunikasi.
Dari sisi kinerja, INET mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang kuartal III-2025. Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp68,6 miliar, melonjak sekitar 195 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp23,2 miliar.
Laba kotor turut meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi Rp32,42 miliar, ditopang oleh pendapatan layanan internet yang naik pesat dari Rp23,28 miliar menjadi Rp67,15 miliar. Lonjakan tersebut mendorong laba bersih tumbuh 819 persen, dari Rp2,10 miliar menjadi Rp19,37 miliar. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.