Beauty World Perkuat Pasar Kecantikan Indonesia Bidik Segmen B2B ke B2C
Pasar industri kecantikan di Indonesia terus tumbuh seiring meningkatnya kesadaran akan perawatan diri dan kekuatan personal branding generasi muda di Indonesia. Namun di sisi lain, persaingan makin ketat, perilaku konsumen cepat berubah, dan merek-merek global maupun lokal beradu strategi untuk merebut hati pasar yang kian cerdas.
Meski ekonomi nasional tengah menghadapi tekanan, industri kecantikan Indonesia menunjukkan ketangguhannya. Salah satu bukti nyata dari daya tahan ini terlihat dari langkah berani Beauty World Indonesia yang kembali berekspansi dengan membuka gerai baru, menegaskan bahwa pasar kecantikan tetap menarik dan penuh peluang.
“Industri kecantikan memang tidak pernah sepi. Ini karena indudstri kecantikan paling mampu menahan krisis. Bahkan, ketika terjadi krisis pun, bisnis Beauty World Indonesia tetap berkembang,” kata Efendi Tan CEO Beauty World Indonesia dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Kamis (4/12/2025).
Efendi menambahkan, pembukaan kembali gerai di jalan Samanhudi ini menjadi bukti komitmen Beauty World Indonesia untuk terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pelanggan, baik profesional maupun beauty enthusiasts.
Diakui Efendi gerai baru ini menawarkan pengalaman berbelanja kecantikan yang semakin lengkap, lebih nyaman, dan lebih aesthetic.
Dengan pembaruan total Beauty World Store kini hadir dengan konsep modern dan instagramable. Toko ini dirancang untuk memberikan pengalaman belanja yang menyenangkan, setiap sudutnya aesthetic, cocok sebagai spot foto kekinian, sekaligus tetap menyajikan rangkaian produk yang super lengkap.
Efendi menjelaskan Beauty World adalah distributor produk kecantikan yang paling lengkap di Indonesia. Produk Beauty World kebutuhan klinik kecantikan, salon, hingga spa. “Kami bahkan mendapat pengakuan sebagai the most complete distributor di Tanah Air,” ujarnya.
Dengan membidik segmen market B2B, Beauty World juga hadir untuk konsumen akhir melalui produk B2C, yang bisa dibeli secara online maupun di gerai modern seperti Watsons, Guardian, dan supermarket lainnya.
Saat ini, kontribusi penjualan sekitar 70% dari segmen B2B dan 30% dari segmen B2C, namun kedua lini ini memiliki potensi besar. Untuk mendorong pertumbuhan B2C, perusahaan pun membentuk divisi khusus yang fokus mengembangkan segmen ini.
Aesthetic Doctor dr. Maria Angelina menambahkan Beauty World, menyediakan solusi dari yang paling basic hingga yang paling premium. Jadi siapapun bisa menemukan pilihan yang sesuai.
Karena biaya untuk kecantikan itu pada dasarnya tidak sama untuk setiap orang. Ini yang dilakukan Beauty World dengan menyediakan produk dari tingkatan paling rendah hingga yang paling tinggi.
“Cantik itu relatif, beauty is in the eye of the beholder. Jadi setiap orang punya versinya sendiri. Soal biaya, itu tidak bisa disamaratakan karena kebutuhan setiap orang berbeda,” tutup Maria. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.