Abadi Lestari (RLCO) Eksportir Sarang Walet ke China, Hongkong, dan Amerika Serikat, Begini Model Bisnisnya
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) mengekspor sarang walet dan produk berbasis protein ke China, Hongkong dan Amerika Serikat. Perseroan menjual produknya secara langsung kepada importir dari masing-masing negara tujuan ekspor sehingga hal tersebut memungkinkan Perseroan untuk dapat menjaga hubungan baik dengan importir serta memahami selera konsumen di negara tujuan ekspor dengan lebih baik.
Manajemen RLCO memperoleh tambahan kuota ekspor sarang burung walet ke China menjadi 20.685 kilogram per tahun. Penetapan tersebut didasarkan pada keputusan resmi Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1677/KPTS/KR.120/K/07/2023 tentang Perubahan Kapasitas Instalasi Karantina Hewan Sarang Burung Walet milik RLCO.
Adapun, penjualan lokal perseroan didukung oleh 3 distributor untuk segmen pasar tradisional dan modern yang menyalurkan produk-produk ke hampir seluruh penjuru di Indonesia yang antara lain meliputi Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, Lombok, Sulawesi dan Papua. Perseroan secara aktif memperluas jejak distribusinya guna mendorong diversifikasi pasar dan memperkuat pertumbuhan jangka panjang.
Model Bisnis RLCO di Bisnis Sarang Walet

RLCO pada hari ini mencatatkan sahamnya pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Pencatatan saham ini menandai langkah strategis Perseroan dalam memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis ke depan. Emite ini menjadi perusahaan tercatat ke-25 sepanjang tahun 2025 di BEI. Perseroan menawarkan sebanyak 625.000.000 saham, atau setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran sebesar Rp 168 per saham.
Melalui Penawaran Umum tersebut, perseroan meraup dana sebesar Rp105 miliar, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp525 miliar. Pada perhelatan IPO ini, perseroan menunjuk PT Samuel Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Direktur Utama RLCO, Edwin Pranata, menyampaikan IPO ini merupakan tonggak penting dalam transformasi perseroan dari pemain komoditas menjadi pelaku industri bernilai tambah.
Alur Bisnis Anak Usaha RLCO

“Pendanaan yang kami terima akan kami gunakan untuk memperkuat rantai pasok dan meningkatkan kapasitas produksi perseroan maupun anak usaha. Kami bangga sebagai perusahaan yang lahir dari Bojonegoro dan kini membawa produk bernilai tambah Indonesia ke berbagai pasar global. Dari perusahaan lokal menjadi perusahaan global, kami akan terus memperluas kehadiran produk kami ke Tiongkok, Hong Kong, Amerika Serikat. Ke depannya, kami mau ekspor ke negara-negara Asia lainnya seperti Vietnam dan Thailand,” ujarnya di Jakarta, Senin (8/12/2025).
Dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan 56,33% sebagai modal kerja Perseroan untuk pembelian bahan baku sarang burung walet. Sementara 43,67% akan disalurkan sebagai tambahan modal ke anak usaha, PT Realfood Winta Asia, untuk kebutuhan pembelian bahan baku.
Sepanjang lima bulan pertama tahun 2025, RLCO mencatatkan penjualan sebesar Rp231,3 miliar, meningkat 47,56% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih RLCO sejalan dengan peningkatan volume penjualan ekspor dan perluasan kanal distribusi domestik.
Pencapaian ini mencerminkan fundamental bisnis yang semakin kuat menjelang IPO. Perseroan beroperasi sejak tahun 2014 di Bojonegoro, Jawa Timur, dan telah memiliki sertifikasi internasional serta izin ekspor strategis seperti GACC (Tiongkok) dan FDA (Amerika Serikat).
Transaksi Konsumen RLCO di China, Hongkong dan Amerika Serikat
Perseroan meyakini permintaan terhadap sarang burung walet dan produk kesehatan berbasis protein akan terus tumbuh sebagai peluang pertumbuhan jangka panjang. Potensi tersebut diperkuat oleh akses pasar ekspor ke Tiongkok, Hong Kong, Amerika Serikat, serta peluang penetrasi ke negara-negara lain di Asia Tenggara.
Semua produk diproduksi oleh 3 fasilitas produksi RLCO di Bojonegoro, Jawa Timur. Perseroan dari waktu ke waktu melakukan penambahan lini produksi maupun penggantian mesin produksi sejalan dengan kebutuhan produksi maupun perkembangan teknologi. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.