Wall Street Masuk Jakarta: Robinhood Akuisisi Buana Capital, Siap Tantang Broker Lokal di Pasar Saham & Kripto

Wall Street Masuk Jakarta: Robinhood Akuisisi Buana Capital, Siap Tantang Broker Lokal di Pasar Saham & Kripto
(kanan ke kiri): Head of Robinhood Asia, Patrick Chan dan Presiden Direktur Buana Capital, Benny Hardiman Setiabrata menjawab pertanyaan awak media saat acara konferensi pers di Gedung Auditorium Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta pada Senin (8/12/2025). Foto: Nadia K. Putri/SWA

Broker asal Amerika Serikat, Robinhood Markets, Inc. (NASDAQ: HOOD), telah mengumumkan akuisisi perusahaan sekuritas asal Indonesia, PT Buana Capital Sekuritas (RF), pada Senin (8/12/2025).

Setelah akuisisi ini, HOOD akan meluncurkan aplikasi mandiri bersama Buana Capital pada tahun 2027. Saat ini, HOOD dan Buana Capital masih menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dapat melakukan perdagangan saham dan kripto di Indonesia.

Head of Robinhood Asia, Patrick Chan, menuturkan bahwa setahun pertama pasca akuisisi, yakni sepanjang 2026, akan difokuskan untuk pengembangan metode pembayaran, aspek kelayakan dan kepatuhan, hingga persiapan peluncuran aplikasi (onboarding). Adapun diskusi kesepakatan akuisisi penuh Buana Capital dimulai sejak Juli 2025.

“Setelah dari sana, saya rasa sekitar tiga atau empat bulan [pasca pertemuan], kami hampir menyelesaikan kesepakatan,” jelas Chan kepada SWA.co.id pada sesi tanya jawab dalam konferensi pers di Gedung Auditorium Bursa Efek Indonesia (BEI) pada siang ini.

Chan melanjutkan, pada tahun pertama pasca akuisisi, HOOD akan mengintegrasikan fitur-fiturnya—yang mencakup fitur kripto dan saham—ke dalam aplikasi khusus untuk pasar Indonesia.

“Kami masih mempelajari regulasi mengenai apa yang memungkinkan, tapi kami juga melihat banyak broker yang telah menyediakan broker daring di tahun depan,” lanjut Chan.

Meski demikian, Chan enggan merinci target jumlah nasabah aplikasi HOOD dan Buana Capital pada 2027. Secara garis besar, HOOD akan mengincar sekitar ratusan ribu pelanggan di pasar Indonesia pada tahun pertama pasca peluncuran aplikasi.

Akuisisi ini tidak hanya mencakup Buana Capital, tetapi juga PT Pedagang Aset Kripto sebagai perusahaan berlisensi untuk menyediakan layanan jual-beli aset digital, termasuk kripto. Dengan demikian, ketika aplikasi mandiri tersebut meluncur, layanan jual-beli kripto dan saham akan hadir secara bersamaan.

“Kami akan selalu menunggu sampai persetujuan OJK... Namun kami belum tahu kapan waktunya,” jelas Presiden Direktur Buana Capital, Benny Hardiman Setiabrata kepada SWA.co.id.

Di tengah penetrasi investor ritel yang masih terus tumbuh, masuknya Robinhood lewat Buana Capital dan entitas Pedagang Aset Kripto berpotensi mengubah lanskap kompetisi broker lokal. Bukan sekadar soal siapa yang lebih agresif memberi promo, tetapi siapa yang paling piawai merangkai pengalaman investasi terpadu—saham dan kripto—dalam satu ekosistem aplikasi yang aman, patuh regulasi, dan mudah dipakai investor pemula.

Pada akhirnya, bola kini berada di tangan regulator. Jika restu OJK turun dan target peluncuran 2027 tercapai, langkah Robinhood bisa menjadi babak baru cerita “Wall Street masuk Jakarta”: era ketika investor ritel Indonesia tak lagi sekadar menjadi penonton inovasi global, tetapi menjadi sasaran utama yang diperebutkan pemain terbesar dunia. (*)

Tentang Robinhood, baca: https://swa.co.id/read/321891/duet-penggebrak-pasar-modal

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag