Pasar Modal Indonesia Masih Seksi, Robinhood (HOOD) Resmi Masuk lewat Akuisisi Buana Capital
Broker asal Amerika Serikat, Robinhood Markets, Inc. (NASDAQ: HOOD), telah resmi mengakuisisi perusahaan sekuritas PT Buana Capital Sekuritas (RF) dan perusahaan kripto PT Pedagang Aset Kripto pada Senin (8/12/2025). Indonesia tetap menjadi salah satu pasar incaran broker yang tercatat di Nasdaq tersebut, seiring pertumbuhan pesat jumlah investor pasar modal dalam beberapa tahun terakhir.
“Ketika Anda mencermati pasar modal, ada kombinasi faktornya. Pertama, Indonesia adalah pasar yang berkembang pesat, banyak investor tumbuh. Kedua, pertumbuhan pasar domestik, bisa dilihat dari kapitalisasi pasar dan misalnya IPO, pasarnya berkembang,” beber Head of Robinhood Asia, Patrick Chan kepada awak media pada sesi tanya jawab dalam konferensi pers di Gedung Auditorium Bursa Efek Indonesia (BEI) siang ini.
Saat ini, HOOD diklaim telah memiliki sekitar 27 juta pelanggan di seluruh dunia, dan hampir 50% di antaranya adalah investor ritel pemula. Chan menilai, karakteristik investor di Indonesia memiliki banyak kemiripan dengan profil nasabah HOOD pada umumnya.
Salah satu pertimbangan utama HOOD mengakuisisi Buana Capital adalah pengalaman dan pemahaman sekuritas tersebut terhadap berbagai aksi korporasi, termasuk merger dan akuisisi. Diskusi awal terkait akuisisi ini dimulai pada Juli 2025 dan kesepakatan berhasil dikunci dalam waktu kurang dari enam bulan pada tahun ini.
Presiden Komisaris Buana Capital, Pieter Tanuri, disebut berperan sebagai penasihat dalam proses akuisisi tersebut. Pieter Tanuri juga dikenal sebagai pemilik perusahaan manajer investasi PT Syailendra Capital. Selain itu, PT Pedagang Aset Kripto juga akan terlibat sebagai penasihat strategis setelah transaksi rampung.
“Akuisisi ini juga memberikan peluang besar memajukan literasi dan inklusi keuangan di Tanah Air,” jelas Benny dari keterangan resmi yang diterima SWA.co.id hari ini.
Benny berharap, kemitraan strategis antara HOOD dan Buana Capital dapat menghadirkan inovasi serta memperluas akses bagi investor pasar modal maupun kripto di Indonesia.
Pasca akuisisi, HOOD akan melayani klien brokerage yang sudah ada (existing) dengan berbagai produk keuangan di Indonesia. Sambil menunggu persetujuan regulator, dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK), HOOD akan mempersiapkan peluncuran layanan perdagangan melalui aplikasi mandiri, termasuk akses ke saham Amerika Serikat (AS), aset kripto global, hingga berbagai instrumen internasional.
Seluruh transaksi dan proses integrasi tersebut ditargetkan tuntas pada paruh pertama 2026. Selanjutnya, pada 2027, aplikasi mandiri untuk pasar Indonesia dijadwalkan meluncur, dengan target menggaet ratusan ribu pelanggan baru di Tanah Air.
“Saat aplikasi diluncurkan, saya pikir akan ada beberapa penyesuaian seluruh aplikasi existing untuk pasar Indonesia. Itu juga termasuk menghubungkannya ke BEI. Sekarang, aplikasi kami terhubung dengan BEI,” tutup Chan kepada awak media.
Hingga akhir Oktober 2025, Indonesia diklaim memiliki sekitar 19 juta investor pasar modal dan 17 juta investor kripto. BEI juga mencatat penambahan 4,28 juta investor baru dibandingkan 2024, atau tumbuh 54,8%. Dari sisi aset kripto, nilai transaksi tercatat mencapai Rp409,56 triliun per akhir Oktober 2025. (*)
Tentang Robinhood, baca: https://swa.co.id/read/321891/duet-penggebrak-pasar-modal
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.