Dari Rumah Sakit ke Swalayan: Ropi Incar 140 Gerai di Tengah Meredupnya Bisnis Kafe
PT Juara Roti Indonesia, yang dikenal dengan brand Ropi (Roti Kopi), menargetkan pembukaan sekitar 140 gerai baru sepanjang 2026. Pada tahun ini, Ropi akan menambah 70–72 gerai hingga Desember 2025.
Founder Ropi, Ahmad Kurnia Reza Rahman, mengungkapkan bahwa secara keseluruhan total gerai, termasuk franchise, saat ini berjumlah sekitar 122. Khusus untuk Desember 2025, masih ada sekitar 15 gerai yang sedang dalam antrean pembukaan.
Perkembangan paling signifikan terlihat di Jawa Barat dan Jawa Timur. Jumlah gerai di dua kawasan tersebut terus bertambah dengan kinerja yang konsisten baik. "Jadi, prospek yang paling oke di Jawa Timur dan Jawa Barat. Orangnya lebih konsumtif," ungkap Reza kepada SWA.co.id pada Senin (8/12/2025).
Selain di dua wilayah itu, Ropi juga membidik kawasan lain. Brand ini telah berhasil membuka gerai baru di Sumatra, Jabodetabek, Jawa Tengah, dan Bali.
Tren Kopi 2026
Reza mencermati fenomena meredupnya bisnis kafe di Indonesia. Dari pengamatannya, banyak kafe yang hanya mencapai titik impas, bahkan ada yang merugi. Karena itu, konsep usaha yang diprediksi tetap menjanjikan adalah konsep take away.
Pada tahun ini, ungkap Reza, banyak kafe yang masih gencar ekspansi. Namun, jumlah konsumennya justru semakin berkurang. Tren minum kopi sambil berkumpul di kafe mulai bergeser.
"Masyarakat kini lebih menyukai layanan cepat, membeli produk lalu langsung membawa pulang — bukan lagi duduk berlama-lama seperti konsep kafe. Meskipun pandemi Covid-19 sudah berlalu, pola perilaku tersebut tetap bertahan, dipengaruhi juga oleh kondisi ekonomi yang melemah," ujarnya.
Ubah Strategi
Mencermati tren tersebut, Reza menyiapkan sejumlah strategi agar target pembukaan 140 gerai Ropi pada 2026 dapat tercapai.
Sejak awal, Ropi dikenal dengan gerainya yang banyak hadir di rumah sakit. Penempatan lokasi ini akan terus dipertahankan karena selaras dengan konsep take away: konsumen dapat membeli Ropi sambil menunggu obat atau mengurus keperluan lainnya.
Namun pada 2026, ekspansi Ropi tidak lagi terbatas pada rumah sakit. Ropi juga menyasar swalayan lokal yang mulai menunjukkan pertumbuhan positif pada 2025. "Di daerah, swalayan masih menjadi tempat hiburan keluarga. Ketika pulang sekolah atau pulang kerja, orang tua dapat membawa anaknya bermain di area permainan yang tersedia di swalayan, seperti wahana permainan anak," ungkap Reza.
Strategi lain yang ditempuh adalah penguatan skema permodalan melalui sistem franchise. Konsepnya, Ropi memberikan peluang usaha kepada masyarakat dengan menyediakan pembiayaan penuh sebesar 30% untuk membuka outlet Ropi. Dukungan modal ini mencakup seluruh kebutuhan awal, biaya operasional awal, serta peralatan.
Mitra yang bergabung bertanggung jawab mengelola operasional harian, mulai dari pengaturan stok barang, monitoring dan controlling, hingga pengelolaan arus kas dan arus barang.
"Program ini sedang kami tingkatkan untuk pelaksanaan di 2026. Selama dua tahun berjalan, kami masih berhati-hati dalam menawarkan program tersebut karena belum yakin tingkat keberhasilannya. Namun, alhamdulillah hasilnya memuaskan. Terutama konsep pembukaan outlet di rumah sakit terbukti menjadi keunggulan kami," pungkas Reza. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.