Mandiri Sekuritas: Teknologi AI Menaikkan Valuasi Saham, Bagaimana dengan Indonesia?

Mandiri Sekuritas: Teknologi AI Menaikkan Valuasi Saham, Bagaimana dengan Indonesia?
(foto: Mandiri Sekuritas)
Mandiri Sekuritas meyakini AI menaikkan valuasi saham. (Foto: Mandiri Sekuritas)

Menjelang tahun 2026, pasar saham Indonesia terus berupaya menuju zona hijau yang aman. Adrian Joezer, Head of Equity Research & Strategy Division PT Mandiri Sekuritas menilai bahwa kinerja bursa di negara ASEAN, termasuk Indonesia, memang tidak sebaik pasar di luar ASEAN.

Penyebabnya yakni pertumbuhan pesat teknologi AI di negara-negara yang berkaitan langsung dengan ekosistem AI seperti kapasitas supply chain untuk produksi chip, hardware dan lainnya. "Tingginya antusiasme tersebut juga membuat valuasi menjadi semakin mahal, karena ekspektasi pertumbuhan yang sangat tinggi dari para investor," tuturnya di Jakarta, Selasa (9/12/2025).

Ekspektasi terhadap AI meningkat tajam dan valuasi pun melonjak, apabila terjadi ketidaksesuaian dengan proyeksi pertumbuhan maka potensi koreksi pada pasar tersebut menjadi lebih besar.

Di Indonesia, imbuh Andrian, valuasi teknologi AI masih berada di posisi yang jauh lebih murah. Proyeksi pertumbuhan yang cenderung rendah menjadikan valuasi relatif terkoreksi. Negara lainnya seperti Filipina, Malaysia, dan Thailand juga masuk ke dalam kelompok bursa dengan valuasi rendah, sehingga seluruh kawasan ASEAN saat ini berada dalam radar investor global sebagai pasar yang dinilai undervalued.

Apabila terjadi koreksi terhadap ekspektasi pertumbuhan pasar global di sektor AI, dan investor mulai mencari alternatif dengan valuasi yang lebih murah, maka pasar ASEAN berpotensi menjadi sasaran aliran modal.

"Peluang pasar ASEAN juga masih terbuka untuk mendapatkan manfaat dari perkembangan teknologi AI, karena ekspektasi pasarnya masih berada pada titik rendah sehingga ruang peningkatannya lebih besar," pungkasnya.(*)

# Tag