COAL Berencana Ekspansi Ke Tambang Mineral

COAL Berencana Ekspansi Ke Tambang Mineral

PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) berencana meningkatkan produksi batu bara melalui anak perusahaan di tahun 2026. Targetnya adalah melebihi dari target produksi saat ini, yaitu 1 juta ton per tahun.

Selain itu, sebagai strategi menghadapi penurunan harga jual batu bara, COAL akan meningkatkan efisiensi di semua bidang operasional. Prioritas akan diberikan pada penambangan di daerah dengan stripping ratio (SR) yang lebih rendah.COAL berencana menjajaki peluang di bidang pertambangan mineral yang berkaitan dengan energi baru terbarukan (EBT).

"Kami berharap rencana bisnis ini dapat mendorong pertumbuhan dan keberlangsungan bisnis perseroan ke depan," jelas Donny Janson Manua, Presiden Direktur COAL pada Paparan Publik Insidentil di Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Adapun, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham COAL sejak 3 Desember 2025. Penghentian sementara ini dilakukan dalam rangka cooling down menyusul terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham perseroan.

Keputusan suspensi ini tertuang dalam Pengumuman BEI pada 2 Desember 2025, dan merupakan langkah perlindungan bagi investor. Menanggapi hal tersebut, manajemen COAL menyampaikan beberapa poin penting berdasarkan historikal perdagangan sahamnya. "Kami tegaskan bahwa peningkatan harga saham yang signifikan dan peningkatan volume transaksi sepenuhnya merupakan hasil dari dinamika pasar," jelas Donny. Perseroan senantiasa patuh dan memenuhi seluruh ketentuan serta peraturan yang berlaku di pasar modal, termasuk pemenuhan kewajiban penyampaian Keterbukaan Informasi.

Sebagai upaya menjaga pertumbuhan dan keberlangsungan bisnis, COAL juga memaparkan rencana strategis perusahaan ke depan yang diharapkan memberikan dampak positif.

Sebelumnya, saham COAL disebut-sebut sebagai multi bagger usai mencatatkan kenaikan fantastis lebih dari 100% dalam satu bulan terakhir. Pada perdagangan Senin (1/12/2025) saja, saham ini melonjak 34,94% dan mentok di harga auto reject atas (ARA) Rp112. BEI terus memantau perkembangan saham COAL dan mengumumkan pencabutan suspensi sesuai ketentuan yang berlaku. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag