Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia Mengenalkan Instrumen Angklung di Taiwan
Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei di Taiwan memamerkan angklung kepada para murid sekolah dasar (SD) di Ren Ai Elementary School, New Taipei City, Taiwan, pada Selasa, (2/12/2025). Alat musik dari bambu yang diakui sebagai warisan budaya oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) ini menjadi daya tarik dalam program“KDEI Goes to Campus & School. Kegiatan tersebut menjadi upaya KDEI memperkuat promosi budaya dan pariwisata untuk meningkatkan citra positif Indonesia.
Kepala KDEI, Taipei Arif Sulistiyo, menyampaikan, program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian Perdagangan RI dalam memanfaatkan promosi budaya untuk memperkenalkan Indonesia di ranah pendidikan Taiwan. “Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat Taiwan, khususnya generasi muda, semakin mengenal dan mengapresiasi kekayaan budaya Indonesia. Kami harap terbuka ruang interaksi yang mendorong hubungan dan kerja sama yang baik antara Indonesia dan Taiwan,” ujar Arif pada pernyataanya seperti dikutip Rabu (10/12/2025).
Kegiatan di Ren Ai Elementary School melibatkan lebih dari 75 siswa dari kelas dua dan kelas lima yang mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias. Sesi demonstrasi memainkan angklung menjadi salah satu kegiatan paling menarik dalam KDEI Goes to Campus & School kali ini.
KDEI Goes to Campus & School kali ini juga memperkenalkan para siswa pada beragam aspek budaya Indonesia, mulai dari etnis dan bahasa, pakaian adat, kuliner khas, flora dan fauna endemik, hingga destinasi wisata unggulan seperti Bali, Yogyakarta, Danau Toba, dan Labuan Bajo.
“Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari para siswa yang mengikuti rangkaian sesi dengan antusias. Mereka menyampaikan ketertarikan untuk mempelajari lebih banyak tentang Indonesia, khususnya seni musik dan keberagaman budayanya,” ungkap Arif.
Para guru pendamping di Ren Ai Elementary School juga mengapresiasi inisiatif program ini. KDEI Goes to Campus & School dinilai mampu membuka wawasan siswa mengenai keberagaman budaya Asia Tenggara dan memperkuat pemahaman lintas budaya sejak usia dini.
“Pengalaman ini sangat berharga bagi siswa kami. Mereka dapat belajar budaya negara lain dengan cara yang interaktif dan menyenangkan. Kesempatan ini membuka wawasan mereka tentang keberagaman budaya Asia Tenggara,” ungkap Kanbra Aguayo, seorang guru Bahasa Inggris di Ren Ai Elementary School.
Program “KDEI Goes to Campus & School” baru mulai dijalankan pada 2025 dan telah dilaksanakan secara berkelanjutan di satu sekolah dasar dan dua perguruan tinggi. Dua perguruan tinggi yang telah dilibatkan, yaitu Taipei Medical University dan National Chengchi University.
“KDEI Taipei berencana akan memperluas cakupan program, termasuk memperkenalkan kuliner, permainan tradisional, serta lokakarya seni lainnya. Kami yakin hal ini akan memperluas kolaborasidengan Indonesia, khususnya di institusi pendidikan,” pungkas Arif. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.