Primaya Hospital (PRAY) Lakukan Konversi Saham atas PT Jala Mas Putra Rejeki
Emiten jaringan rumah sakit, PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) atau Primaya Hospital melakukan konversi tahap pertama atas sejumlah utang wajib konversi menjadi saham dalam PT Jala Mas Putra Rejeki (JMPR). Transaksi ini bagian dari strategi ekspansi perseroan di sektor pelayanan kesehatan.
“Pelaksanaan transaksi mengakibatkan perseroan memperoleh 20,06% saham pada JMPR dan perseroan menjadi pengendali JMPR berdasarkan perjanjian pemegang saham yang telah ditandatangani oleh seluruh pemegang saham JMPR,” jelas Direktur Famon Awal Bros Sedaya, Leona Agustine Karnali di keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (11/12/2025).
Sebelumnya, ini adalah pelaksanaan atas perjanjian utang wajib konversi tertanggal 16 September 2025, sebagaimana telah disampaikan perseroan melalui laporan informasi dan fakta material pada 17 September 2025.
Selain sebagai bentuk ekspansi, aksi korporasi ini juga akan memperkuat posisi perseroan dalam kepemilikan dan pengelolaan jaringan rumah sakit di Indonesia.
Hasilnya, PRAY menambah dua rumah sakit ke dalam layanan jaringan rumah sakit, yaitu Rumah Sakit (RS) FMC Bogor dan RS Ukrida. Selanjutnya, perseroan akan menyesuaikan nama rumah sakit tersebut untuk mensinergikan branding Primaya Hospital Group.
Dari sisi sifat transaksi, nilai ini tidak memenuhi kriteria sebagai transaksi material. Transaksi ini juga merupakan transaksi afiliasi atau transaksi benturan kepentingan.
“Secara keseluruhan, transaksi ini mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang perseroan untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat,” tutup Leona.
Melansir dari aplikasi IDX Mobile pada pukul 09.48 WIB, harga saham PRAY bergerak ke Rp 870 pada Jumat (12/12/2025). Posisi ini meningkat 1,16% dari Rp860 pada sesi pertama ini.
PRAY juga mencetak volume transaksi sebanyak 200 saham dan frekuensi transaksinya 2.000 kali. Adapun kapitalisasi pasarnya mencapai Rp12,1 triliun pagi ini. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.