Dari Sneakers ke Sepatu Kulit, Kanky Serius Garap Pasar Sepatu Formal Lokal
Jenama sepatu lokal asal Surabaya, Kanky, berencana menambah daftar jenis sepatu dalam portofolio produknya. Alfons Ivan Kurniadi, pendiri dan pemilik Kanky, mengatakan pihaknya akan masuk ke jenis produk sepatu kulit, khususnya sepatu formal, kemudian sepatu semi formal yang menyasar segmen pekerja kantoran, serta sepatu model kasual yang bisa digunakan untuk santai maupun formal.
“Intinya kita ingin untuk segmen kelas menengah produk lokal akan punya lebih banyak pilihan dan jadi berharapnya akan jadi barrier untuk produk impor lah,” jelas Alfons di sela konferensi pers kolaborasi Kanky dan Indonesian Basketball League, di Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Untuk mendukung rencana besar tersebut, Alfons mengatakan pihaknya sudah menyiapkan satu pabrik baru di Bandung, Jawa Barat, yang akan mulai beroperasi pada awal 2026.
“Kami sudah menyiapkan satu pabrik baru di Bandung khusus untuk sepatu kulit homemade, kapasitasnya cukup besar puluhan ribu per bulan,” ujarnya.
Untuk perluasan portofolio baru ini, menurut Alfons, dirinya mengucurkan investasi yang cukup besar, tetapi ia enggan menyebutkan jumlahnya.
“Cukup besar lah, karena kami bangun pabrik baru, menambah tenaga kerja, bahan baku dan peralatan juga baru karena ini kan berbeda ya produknya,” jelasnya.
Menurut Alfons, untuk mengembangkan produk baru ini, Kanky akan didukung oleh tim riset dan pengembangan produk (R&D) yang memang sudah dimiliki Kanky sejak awal.
“Kenapa kami mau memperluas portfolio, karena memang peluang pasarnya masih bagus, makin besar. Tapi juga pergerakan persaingan global juga makin besar, makanya kalau enggak sekarang saya rasa bakal terlambat,” ungkapnya.
Tak hanya itu, mantan distributor sepatu asal Surabaya itu juga mengatakan sekarang adalah momentum yang pas, sebab masyarakat Indonesia saat ini semakin mengapresiasi dan bangga dengan merek lokal.
Namun, untuk penambahan flagship store, Alfons mengatakan tak ingin terlalu ekspansif, karena sejak awal berdiri Kanky lebih banyak mengandalkan e-commerce dan kanal online lainnya.
“Saat ini sudah ada satu, tetapi itu sebenarnya adalah workshop yang kami buka untuk umum dan bisa beli disitu, kedepan kami baru akan bangun flagship store rencana di tahun 2027 di Jakarta,” jelasnya.
“Offline store ini kan kita bukan cuma jual produk tapi jual pengalaman. Pastinya waktu kita siap di offline pengalaman customer experience lebih kita utamain lah. Daripada sekedar jual produk itu. Jadi kami fokus dulu di e-commerce, online, sambil pelan-pelan nyiapin yang offline, harus matang konsepnya,” lanjutnya.
Penjualan Kanky rata-rata bertumbuh 50% setiap tahun sejak diluncurkan pada 2019. Seluruh penjualan disumbang dari pasar daring seperti Tokopedia dan TikTok Shop. Selain itu, ada kolaborasi dengan pemengaruh Tirta Mandira Hudhi alias Dokter Tirta, kemudian IP Tahi Lalats dan One Piece untuk promosi penjualan.
“Kreativitas ini juga sangat perlu. Makanya kami juga dekat dengan komunitas-komunitas,” ujar Alfons.
Saat ini, Kanky telah memiliki beragam model dan warna sepatu sneakers serta olahraga. Merek yang berkantor pusat di Kota Bandung tersebut menjual sepasang sepatu seharga Rp200 ribu hingga Rp600 ribu.
Dari komposisi bahan, kata Alfons, sepatu mereknya juga masih menggabungkan bahan baku lokal dan impor. Keputusan komposisi bahan dibuat dengan mencermati kemampuan produksi dan keterjangkauan harga bagi konsumen. “Jujur sampai hari ini kami belum bisa sepenuhnya lokal. Tapi untuk produk yang mesh (ringan), kami banyak dari lokal,” katanya.
Produk lokal ini berupaya terus bertahan dengan ciri khas, nilai merek, dan cerita tersendiri di tengah persaingan merek lokal dan internasional yang semakin ramai di pasar alas kaki Indonesia. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.