ADGI dan MTN Seni Budaya Kolaborasikan Desain dan Sastra

Para pembicara dalam diskusi Form and Fiction: Stories at the Crossroads of Design and Literature. (dok ADGI)

ADGI Design Week 2025 menghadirkan sesi diskusi Form and Fiction: Stories at the Crossroads of Design and Literature, sebuah percakapan lintas disiplin yang mempertemukan desain, sastra, dan cara baru bercerita di era visual, Jumat(12/12/2025). Diskusi ini menunjukkan bagaimana desain grafis terhubung dengan berbagai praktik kreatif lainnya.

Sesi diskusi ini menjadi bagian dari upaya ADGI Design Week untuk menunjukkan bagaimana desain grafis terhubung dengan berbagai praktik kreatif lainnya. Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan melalui Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya bidang Sastra.

Sebagai platform pengembangan talenta Indonesia, MTN Seni Budaya membuka peluang bagi talenta Indonesia untuk membangun karier seni budaya secara terarah, mendorong pemajuan kebudayaan, dan menjadi inspirasi di tingkat global. Dengan pendekatan yang efektif, inklusif, dan relevan, setiap talenta mendapat pembinaan serta dukungan untuk menampilkan karya mereka dari panggung lokal hingga internasional.

Dalam diskusi, Avianti Armand, seorang penulis yang juga berprofesi sebagai arsitek menyatakan bahwa, literatur dan arsitektur secara praktik memiliki kesamaan dalam hal pengaturan sequence. “Di mana satu mengatur ruang fisik, yang satu mengatur ruang pikir dan rasa,” katanya.

Sementara Penyair dan Seniman Ray Shabir, dengan sadar penuh mengintegrasikan proses kerja desain dan literatur, melalui proses umpan balik terus-menerus antara visual dan teks di dalam pembuatan bukunya.

“Ada beberapa teks yang justru muncul dari trigger visual terlebih dahulu. Lebih sering lagi di dalam kepala muncul gambar yang diputar bersama narasi yang sedang dituliskan,” ucapnya.

Percakapan ini membuka ruang bagi publik untuk melihat bahwa desain dan sastra tidak berjalan sendiri, melainkan saling memperkaya dalam membentuk cara kita membaca dunia. Sebagai bagian dari program MTN Seni Budaya bidang Sastra, sesi “Form and Fiction” menegaskan pentingnya mendukung talenta muda yang bekerja lintas disiplin.

Pendekatan MTN Seni Budaya yang berkelanjutan, dari pembinaan, mentoring, hingga akses ke jaringan dan panggung, diharapkan mampu melahirkan lebih banyak talenta Indonesia yang siap bersaing di level internasional.(*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag