Alunan Gitar JR Sanjaya, Harmoninya Mengetuk Pintu Ekspor ke Jepang

(foto: Ist)
Gitar JR Sanjaya. (Ist)

JR Sanjaya adalah jenama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memproduksi gitar dan ukulele. Riuh serutan kayu dan petikan gitar berpadu dalam harmoni dari balik tembok sebuah rumah sederhana sebagai tempat produksi JR Sanjaya di Klaten, Jawa Tengah.

Harga gitar JR Sanjaya pun terjangkau, mulai dari Rp300 ribu. Kendati harganya terjangkau, tetap menjamin kualitas gitarnya. Finishing dibuat rapi. Suaranya jernih dan jelas, serta playability gitar JR Sanjaya juga terasa menyenangkan.

Ide memproduksi gitar muncul ketika pemilik JR Sanjaya, Didik Maryanto, melihat banyak pabrik mebel di Klaten menghasilkan sisa bahan kayu, seperti kayu sisa mebel ekspor dan serbuk kayu gergaji. Sisa bahan kayu ini masih memiliki nilai guna, salah satunya, untuk menjadi material pendukung pada pembuatan gitar.

Rumah yang menjadi ruang produksi kecil telah menjadi markas bagi setidaknya 80 tenaga kerja lokal. JR Sanjaya juga mempekerjakan kelompok yang terasing dari masyarakat, yaitu orang-orang yang kehilangan pekerjaan dan penyandang disabilitas tuli dan bisu.

Setiap bulan, lebih dari 3 ribu gitar JR Sanjaya diproduksi para perajin lokal Klaten. Seiring peningkatan kapasitas produksi, Gitar JR Sanjaya tumbuh menjadi jenama gitar yang merajai platform Shopee pada kategori Gitar. Adapun pintu pertama untuk menapaki jalan ekspor dilalui JR Sanjaya dalam bentuk pitching dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Osaka, hasil fasilitasi Kementerian Perdagangan.

Didik berharap, mimpinya membawa JR Sanjaya menembus pasar global dapat didukung penuh oleh pemerintah. Ia ingin impian besarnya itu dapat terwujud. “Harapannya, saya ingin pemerintah mendukung usaha ini agar bisa naik kelas. Mungkin bisa masuk manufaktur atau bisa ekspor. Intinya, agar kami bisa berkembang dan kami punya tujuan itu,” ucap Duduk, dalam siaran pers dikutip Senin (15/12/2025).

Merespons hal ini, Menteri Perdagangan, Budi Santoso pun berkunjung ke pabrik gitar JR Sanjaya di Jawa Tengah. "Kami datang ke sini ingin mengembangkan JR Sanjaya melalui UMKM Berani Adaptasi Siap Inovasi Ekspor (BISA Ekspor). Kemendag akan bantu dan fasilitasi agar pelaku usaha bisa melakukan ekspor," ungkap Budi dalam siaran pers.

Kemendag memfasilitasi pelaku usaha lokal untuk dapat menembus pasar global, mulai dari pelatihan dan pendampingan ekspor, presentasi bisnis (pitching), dan penjajakan bisnis (business matching). Kemendag juga menyediakan layanan konsultasi desain melalui Indonesia Design Development Center (IDDC) untuk dapat meningkatkan nilai jual dan mendorong produk agar bisa diterima di pasar global. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag