Persiapan BYD Menatap Bisnis Otomotif di 2026

BYD Atto 1 di GJAW 2025. (foto M. Ubaidillah/SWA)
BYD Atto 1 di GJAW 2025. (foto M. Ubaidillah/SWA)

BYD Indonesia mencatat kinerja yang mengesankan sepanjang tahun 2025 dan siap menatap tahun 2026 dengan penuh optimisme. Di tengah dinamika industri otomotif nasional, BYD meyakini bahwa sektor EV di tahun depan akan semakin berperan sebagai penggerak baru yang menjaga industri tetap bertumbuh selaras dengan arah perubahan di tahun yang akan datang.

Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia menjelaskan, perkembangan pasar EV di Indonesia di tahun ini menunjukkan dinamika yang sangat positif dengan pertumbuhan di berbagai segmen yang bahkan melampaui prediksi awal. Menatap 2026, BYD melihat perkembangan pasar otomotif Indonesia dengan optimisme.

“Khususnya di segmen EV yang terus menunjukkan daya tahan dan potensi jangka panjang. Melalui kehadiran produk BYD dan DENZA di berbagai segmen, kami berupaya mengambil bagian dalam menjaga pergerakan industri otomotif nasional yang terus aktif, adaptif dan bertumbuh,” kata Eagle, Senin (15/12/2025).

BYD juga terus memperkuat ekosistem pendukungnya, dan menjadi salah satu fokus utama adalah pengembangan jaringan nasional yang lebih merata. BYD secara bertahap akan terus memperluas jangkauan jaringan dan pusat layanan di berbagai wilayah, dengan tujuan mendekatkan pelayanan kepada pelanggan, serta memastikan dukungan purna jual yang konsisten dari barat hingga timur Indonesia.

Selain dari sisi hilir, BYD juga berupaya memperkuat industri otomotif nasional melalui pengembangan industri lokal. Pembangunan fasilitas produksi BYD di Indonesia yang direncanakan mulai beroperasi pada 2026 diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekosistem EV nasional.

Kehadiran pabrik tidak hanya ditujukan untuk menghadirkan kapasitas produksi dan efisiensi pasok yang lebih baik, tetapi juga untuk mendukung stabilitas ketersediaan kendaraan listrik bagi pasar domestik seiring meningkatnya permintaan. Kedepannya, pengembangan industri lokal ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok nasional.

“Penguatan jaringan lokal ini menjadi elemen penting dalam membangun kepercayaan jangka panjang konsumen terhadap kendaraan listrik. BYD Indonesia melihat hal ini sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam mendorong adopsi EV yang berkelanjutan,” ujar Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia.

Untuk melengkapi upaya tersebut, BYD terus membangun rantai nilai bisnis yang terintegrasi melalui kolaborasi strategis dengan berbagai mitra, mulai dari perusahaan pembiayaan hingga penyedia layanan mobilitas dan juga ride-hailing untuk jangkauan yang lebih masif. Kolaborasi ini ditujukan untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses kendaraan listrik, baik dari sisi pembiayaan, penggunaan, maupun layanan pendukung.

Dengan pondasi yang terus diperkuat dari berbagai sisi, BYD memandang 2026 sebagai fase penting untuk tumbuh bersama Indonesia. Bukan hanya sebagai pasar, tetapi sebagai mitra dalam membangun masa depan mobilitas yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan.(*)

# Tag