Koridor MRT Jadi Magnet Properti: Transit Oriented Development Dorong Peluang Investasi di 2026

MRT Jakarta. (Foto: MRTJ)

Konsep Transit Oriented Development (TOD) yang diterapkan di sepanjang jalur MRT dinilai mampu meningkatkan konektivitas, kualitas hidup, serta menciptakan peluang investasi yang signifikan bagi pengembangan kawasan terpadu. Memasuki 2026, pasar perkantoran, ritel, hunian, hotel, dan industri diproyeksikan tetap tangguh, didukung pengembangan infrastruktur, kebijakan pemerintah, serta ekspansi bisnis yang berkelanjutan.

Cushman & Wakefield menilai koridor MRT Jakarta dapat mendorong permintaan di berbagai sektor properti. Dengan sinergi antara pembangunan transportasi massal dan tata ruang kota, Cushman & Wakefield percaya koridor MRT akan menjadi katalis utama dalam membentuk Jakarta yang lebih livable, inklusif, dan berdaya saing tinggi.

Arief Rahardjo, Director of Strategic Consulting Cushman & Wakefield, mengungkapkan pasar perkantoran CBD Jakarta mencatat penyerapan bersih 105.000 m² sepanjang 2025, didominasi gedung Grade A. Tingkat hunian meningkat menjadi 76,7% dan diperkirakan naik ke 78,8% pada 2026 karena tidak ada pasokan baru hingga 2027.

“Harga sewa dasar rata-rata mencapai Rp173.900/m²/bulan, naik 3% YoY, dan diproyeksikan tumbuh 4% pada 2026. Gedung di sepanjang jalur MRT menunjukkan tingkat hunian lebih tinggi dibandingkan lokasi non-MRT, menjadikan koridor Thamrin–Kota Tua sebagai hotspot pengembangan berikutnya,” ucapnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Pasar ritel Jakarta juga dinilai tetap tangguh dengan okupansi 77,2% meski ada tambahan pasokan. Pada 2026, diperkirakan hadir 61.000 m² ruang ritel baru, terutama di luar CBD. Permintaan didorong oleh ekspansi merek internasional dan F&B seperti 88SEOUL dan Beauty in the Pot, serta brand mewah Hermès, Loewe, dan Jimmy Choo.

“Kawasan ritel di sepanjang jalur MRT Fase 1 dan 2 menjadi pusat pertumbuhan, dengan harga sewa dasar stabil di Rp834.900/m²/bulan,” ungkapnya.

Segmen kondominium diproyeksikan menambah 11.300 unit pada 2026, mayoritas di Tangerang dan Bekasi. Insentif PPN DTP yang diperpanjang hingga 2027 dinilai menjaga keterjangkauan dan mendorong penjualan, dengan tingkat serapan diperkirakan tetap kuat di 94%.

“Hunian tapak juga menunjukkan ketahanan, didukung pengembangan township dan akses tol, dengan harga lahan naik 3% ke Rp13,2 juta/m². Proyek dekat MRT, LRT, dan KRL mencatat kinerja penjualan lebih baik,” kata Arief.

Pasar apartemen sewa dan serviced apartment terus pulih, dengan okupansi meningkat pascapandemi. Penyesuaian harga sewa diperkirakan minimal, mengikuti inflasi. Di sektor hotel, tingkat hunian rata-rata mencapai 65% pada akhir 2025, dengan tarif kamar (ADR) tumbuh 2–3%. Operator hotel kini fokus pada diversifikasi pasar dan inovasi layanan untuk menarik tamu leisure maupun korporasi.

Sementara itu, permintaan lahan industri diperkirakan mencapai 250 hektare pada 2025 dan terus meningkat pada 2026, didorong investor asing, khususnya dari sektor EV, manufaktur, dan data center. Harga lahan diproyeksikan naik menjadi Rp2,98 juta/m², sementara tarif sewa gudang mencapai Rp84.073/m²/bulan. Ekspansi kawasan industri pun diperkirakan meluas ke Purwakarta dan Subang. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag