Bintang Samudera Mandiri Lines (BSML) Menyiapkan Jurus Ini Demi Mendongkrak Kinerja Finansial di 2026
PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat kinerja dan mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah kondisi pasar yang penuh dinamika. Direktur Utama BSML, David Desanan Anan Winowod, menegaskan pencapaian target bisnis tahun ini bergantung pada kebijakan strategis yang tepat dan eksekusi yang disiplin.
Meski tahun 2025 diwarnai persaingan ketat, fluktuasi harga komoditas, serta dinamika sosial dan geopolitik global, strategi yang cermat dan terukur justru dapat mengubah tantangan menjadi peluang baru untuk emiten jasa pengangkutan laut dan logistik ini . Perseroan menatap tahun 2026 dengan nada optimis.
Manajemen BSML menyiapkan enam strategi utama untuk memperkuat kinerja di 2026. Yang pertama, fokus pada komoditas tambang dan angkutan jarak dekat-menengah guna menjaga produktivitas dan menekan risiko operasi. “BSML mengoperasikan delapan tugboat dan tujuh barge berukuran 300 ft untuk rute pendek hingga menengah,” kata David dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Jumat (19/12/2025).
Kedua, diversifikasi bisnis lewat jasa tunda/pandu, pengembangan area bernilai tinggi, serta kolaborasi strategis dengan PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) dan layanan keagenan kapal. Ketiga, optimalisasi armada melalui perawatan terjadwal dan penjadwalan operasi yang efisien. Keempat, efisiensi rantai pasok lewat standardisasi manajemen kapal, peningkatan kompetensi kru, dan pemanfaatan teknologi pemantauan/monitoring. Kemudian, jurus yang kelima adalah strategi pemasaran agresif yang menonjolkan kualitas, ketepatan waktu, dan harga kompetitif.
Keenam, transformasi digital dan ekspansi jasa pendukung seperti Crew Managementdan Planned Maintenance System, yang memperkuat langkah BSML menuju ekosistem maritim terpadu. David menambahkan unit bisnis baru ditargetkan memberi kontribusi positif dan memperluas posisi perseroan melampaui pelayaran tradisional.
Sejak 2022 hingga kuartal III-2025, BSML mencatat penurunan aset dan pendapatan akibat normalisasi permintaan, namun berhasil menekan liabilitas dan meningkatkan ekuitas—menandakan struktur keuangan yang lebih sehat. Profitabilitas tetap positif, margin membaik, dan arus kas stabil di tengah kebutuhan investasi. “Tren ini menegaskan pentingnya penguatan strategi komersial dan operasional untuk mendorong pemulihan berkelanjutan,” ujarnya.
BSML kini mengandalkan portofolio logistik maritim terpadu mencakup tug & barge, bulk material transport, shipping agency, chartering, dan logistik pelabuhan. Model terintegrasi ini memperkuat rantai pasok batu bara, sawit, dan klinker, meningkatkan efisiensi biaya, serta menjaga stabilitas permintaan melalui kemitraan jangka panjang dengan produsen dan trader komoditas besar di jalur strategis Kalimantan dan Sumatra.
BSML pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujui rencana divestasi lima aset kapal, terdiri atas tiga unit kapal tunda dan dua unit kapal tongkang. Direktur Keuangan BSML, Pramayari Hardian Doktrianto, menuturkan para pembeli telah ditetapkan dan proses transaksi ditargetkan rampung paling lambat Maret 2026. “Mulai awal tahun depan kami akan mulai divestasi, maksimal Maret 2026 sudah selesai,” tuturnya.
Divestasi ini bertujuan memenuhi kewajiban kepada kreditur sekaligus memperkuat arus kas perusahaan. BSML akan mengoptimalkan modal kerja dengan menyewa kapal dari pihak ketiga untuk memperluas kapasitas operasi. “Fokus kami adalah memanfaatkan kemampuan modal kerja bersama mitra untuk sewa kapal jangka panjang,” tambahnya.
Manajemen memproyeksikan pendapatan di 2026 mencapai Rp159,84 miliar dengan laba bersih Rp16,36 miliar atau margin 10,24%. Pada jangka panjang, perseroan memproyeksikan pendapatan di 2030 naik menjadi Rp340,43 miliar dengan laba bersih Rp41,72 miliar dan margin 12,26%.Menurut Pramayari, peningkatan laba tersebut mencerminkan efisiensi operasional, skala bisnis yang lebih besar, dan prospek pertumbuhan BSML yang semakin solid. Harga saham BSML pada penutupan perdagangan hari ini turun sebesar 3,42%, menjadi Rp226 dari perdagangan sebelumnya. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.