Ahmad Dhani Pasang Kuda-Kuda Ekspansi Gerai Kopi Dewa 19, Incar Bandara Udara

Ahmad Dhani Pasang Kuda-Kuda Ekspansi Gerai Kopi Dewa 19, Incar Bandara Udara
Pendiri Kopi Dewa 19, Ahmad Dhani (ketiga dari kiri). (Foto : Istimewa).

Brand kopi lokal Kopi Dewa 19 memasang kuda-kuda untuk ekspansi dengan menargetkan pembukaan gerai di seluruh bandara di Indonesia. Ekspansi ini dilakukan melalui skema kerja sama dengan mitra di sektor food and beverage (F&B) transportasi, menyasar pasar penumpang bandara yang dinilai memiliki potensi ekonomi besar.

Pendiri Kopi Dewa 19, Ahmad Dhani, mengatakan kehadiran gerai di bandara bermula dari adanya tawaran kerja sama. Menurutnya, pengembangan bisnis Kopi Dewa 19 dilakukan dengan mengedepanpan peluang dengan tetap mempertimbangkan kesiapan operasional.

“Kita maunya di mana saja. Kebetulan ada yang menawarkan di bandara, kenapa tidak. Kalau ada yang menawarkan di pinggir jalan juga monggo. Kita sifatnya kerja sama,” ujar Dhani dalam jumpa pers di Jakarta, baru-baru ini

Saat ini, Kopi Dewa 19 telah memiliki gerai di Mal Cipulir dan tengah menyiapkan pembukaan di Cikarang. Selain itu, perusahaan ini mengembangkan sejumlah gerai di kawasan wisata dan kota besar, seperti Bromo dan Surabaya. Gerai berkonsep premium ini dijadwalkan melakukan grand opening pada 15 Januari 2026.

“Yang kita garap sendiri itu bintang lima. Di Surabaya ada dua, salah satunya di Jalan Kemiri yang rencananya buka Maret. Bandara yang sudah pasti Surabaya dan Solo, tapi targetnya semua bandara,” jelas Dhani.

Dia menyebutkan modal awal untuk membuka gerai Kopi Dewa 19 mulai dari Rp500 juta, tergantung pada kategori outlet. Kopi Dewa 19 mengusung konsep berjenjang layaknya industri perhotelan, mulai dari bintang tiga hingga bintang lima.

Kategori bintang tiga berkonsep gerai kecil grab and go dengan nilai investasi yang relatif terjangkau. Sementara bintang empat berbentuk restoran dengan menu makanan lengkap. Adapun bintang lima memiliki luas hingga 400–500 meter persegi dengan konsep hiburan, live music, serta aktivitas kreatif berbasis konten Dewa 19.

Leonard, Chief Operating Officer Kopi Dewa 19, mengatakan rencana ekspansi ini akan diperkuat dengan pengembangan platform digital. Perusahaan tengah menyiapkan aplikasi khusus Kopi Dewa 19 untuk mendukung layanan dan promosi secara daring.

“Kami percaya Kopi Dewa 19 bisa menjadi brand nasional. Setiap daerah nanti akan punya menu khas berbasis kearifan lokal, tidak seragam seperti brand lain. Bahkan di bandara pun menunya bisa berbeda,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan mitra kerja sama, Budi, menyebutkan pemilihan Kopi Dewa 19 didasarkan pada kekuatan brand lokal dan potensi daya saingnya di bandara udara. “Kami bergerak di F&B transportasi dan mencari brand lokal yang punya potensi besar. Nama besar Dewa 19 dan konsep kopinya sangat kuat. Kami ingin Kopi Dewa 19 menjadi jagoan di bandara-bandara,” kata Budi.

Selain mengejar keuntungan bisnis, Dhani menegaskan ekspansi ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru seiring bertambahnya jumlah gerai di berbagai daerah.

“Bukan cuma soal cuan, tapi juga membuka banyak lapangan pekerjaan. Kalau gerainya banyak, yang kerja juga banyak,” tutupnya. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag