Gandeng ABB Ltd, Barito Group Akan Melakukan Modernisasi PLTPB Wayang Windu

PLTPB Wayang Windu di Jawa Barat terus dimodernisasi lewat pembaruan sistem otomasi untuk menjaga pasokan listrik tetap stabil. (Foto: Star Energy Geothermal)

Star Energy Geothermal, bagian dari Barito Group, bekerja sama dengan perusahaan teknologi global ABB Ltd. untuk memperbarui sistem otomasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Wayang Windu, guna mengoptimalkan pasokan listrik bagi jaringan Jawa–Madura–Bali.

Group CEO Star Energy Geothermal, Hendra Soetjipto Tan, menyatakan kemitraan dengan ABB menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mengadopsi teknologi terkini demi meningkatkan efisiensi operasional.

“Dengan bermitra bersama perusahaan teknologi global yang terdepan seperti ABB, kami memanfaatkan keahlian dan solusi inovatif untuk mempercepat langkah menuju masa depan rendah karbon bagi Indonesia,” ujar Hendra Soetjipto Tan dalam keterangan resminya, Minggu (21/12/2025).

Menurutnya, kerja sama ini difokuskan pada modernisasi Distributed Control System (DCS) di Unit 1 dan Unit 2 PLTPB Wayang Windu yang berlokasi di Jawa Barat, dengan menerapkan teknologi ABB Ability™ Symphony Plus DCS. Teknologi tersebut memungkinkan pengelolaan pembangkit yang lebih fleksibel dan efektif dalam merespons fluktuasi kebutuhan beban listrik, sekaligus menjaga stabilitas operasional.

Hendra menambahkan, modernisasi ini juga sejalan dengan target pemerintah dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) 2020–2024 yang menargetkan kapasitas panas bumi mencapai sekitar 7.200 megawatt (MW) pada 2025. Ia berharap pembaruan sistem ini tidak hanya berkontribusi dalam memperkuat kemandirian energi nasional, tetapi juga memastikan infrastruktur kelistrikan Indonesia siap menghadapi tantangan transisi energi yang berkelanjutan.

PLTPB Wayang Windu berkontribusi pada total 910 MW energi panas bumi yang dihasilkan Star Energy Geothermal di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Saat ini, Unit 3 dari pembangkit listrik tersebut sedang dikembangkan.

President Energy Industries Division Asia ABB, Anders Maltesen, menuturkan teknologi otomasi merupakan kunci untuk menjadikan energi terbarukan sebagai beban dasar (base load) yang andal.

“Kami berkomitmen membantu industri mengoptimalkan operasi dan mempercepat peralihan menuju masa depan rendah karbon,” ujar Maltesen.

Berdasarkan survei Asia Pacific Energy Transition Readiness Index 2025 yang dilakukan oleh divisi Energy Industries ABB, 87% perusahaan di Indonesia memperkirakan penggunaan energi terbarukan akan meningkat lebih dari 20% dalam lima tahun ke depan. Panas bumi, tenaga surya, dan air menjadi tiga sumber energi utama yang diprioritaskan dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.

# Tag