BUMI Selesaikan Akuisisi Lanjutan Jubilee Metal Limited, Kuasai Hampir 65% Saham

Ilustrasi emas batangan. Foto oleh Michael Steinberg/Pexels
Ilustrasi emas batangan. (Foto: Michael Steinberg/Pexels)

PT Bumi Resources Tbk (BUMI), eksportir batubara termal mengumumkan selesainya proses akuisisi lanjutan terhadap Jubilee Metals Limited (JML), perusahaan pertambangan berfokus emas yang beroperasi di Northern Queensland, Australia, Jumat (19/12/2025). Dengan penyelesaian transaksi ini, BUMI kini resmi menguasai 64,98% saham Jubilee Metals Limited.

Akuisisi JML selaras dengan strategi diversifikasi jangka panjang BUMI yang menargetkan komposisi EBITDA terkonsolidasi 50:50 antara batubara termal dan aset non-batubara termal pada tahun 2031.

Transformasi bertahap ini dirancang untuk memperkuat ketahanan Perseroan, mengurangi ketergantungan pada satu siklus komoditas, sekaligus memposisikan BUMI untuk bertumbuh di tengah transisi energi global.

JML merupakan aset emas yang diproyeksikan segera memasuki tahap produksi, dengan cadangan bijih emas berkadar tinggi serta potensi penambahan nilai dari kegiatan eksplorasi yang masih berlangsung. JML diperkirakan akan memulai kegiatan penambangan pada Juli 2026 dan diperkirakan menghasilkan 9,89 ribu ons emas pada tahun 2026.

Adika Nuraga Bakrie, Presiden Direktur Bumi Resources mengatakan, mayoritas kepemilikan Perseroan atas Jubilee Metals Limited menegaskan komitmen BUMI dalam menghadirkan nilai yang berkelanjutan bagi para pemegang saham. JML menghadirkan aset emas berkadar tinggi yang siap memasuki tahap produksi dalam waktu dekat.

“JML memiliki potensi peningkatan yang signifikan, melengkapi platform tembaga yang kami peroleh melalui akuisisi Wolfram. Kombinasi kedua aset ini memperkuat roadmap diversifikasi BUMI dan meningkatkan kemampuan kami dalam menghasilkan kinerja yang stabil lintas siklus komoditas,” ujar Adika Nuraga Bakrie.

Wolfram Limited, yang baru-baru ini diakuisisi 100% oleh BUMI, memberikan akses Perseroan terhadap sumber daya tembaga yang signifikan, sekaligus memperluas kehadiran BUMI di koridor tembaga–emas Australia yang telah teruji. Wolfram ditargetkan beroperasi kembali pada Juni 2026 dan diperkirakan menghasilkan 9.334 ton tembaga ekuivalen pada tahun 2026. (*)

# Tag