IPC TPK Pastikan Kesiapan Terminal Petikemas Dukung Kebijakan Logistik Nataru
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau kesiapan operasional Pelabuhan Tanjung Priok dalam menghadapi lonjakan arus logistik menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Peninjauan dilakukan ke sejumlah titik operasional, termasuk Integrated Planning and Control Room untuk melihat langsung pengelolaan arus barang di area terminal peti kemas.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri AHY didampingi oleh Direksi Holding Kepelabuhanan Pelindo, Regional 2 Pelindo, jajaran Direksi cucu Pelindo dan Afiliasi pengelola teminal petikemas, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan, Chief Executive Officer (CEO) Danantara, serta Direktur Utama Pelni.
Bertempat di ruang Integrated Planning and Control Pelabuhan Tanjung Priok yang dikelola oleh IPC Terminal Petikemas (IPC TPK), Menteri AHY melihat secara langsung bagaimana operasional terminal peti kemas dipantau dan dikendalikan secara terintegrasi, khususnya pada hari-hari mendekati libur panjang akhir tahun. Melalui fasilitas ini, kondisi arus logistik, pergerakan kapal, serta aktivitas bongkar muat dapat dimonitor secara real time sebagai dasar pengambilan keputusan operasional.
“Menjelang Nataru kita semua harus terus mengawal agar operasional Pelindo baik terminal petikemas maupun non petikemas agar berjalan dengan baik, aman dan lancar semuanya,” ujar Agus Harimurti Yudhoyono.
Direktur Operasi dan Teknik IPC Terminal Petikemas menegaskan bahwa pendekatan planning and control berbasis digital dan koordinasi intensif dengan seluruh stakeholder menjadi kunci dalam menjaga stabilitas layanan logistik pada masa puncak libur akhir tahun. “IPC TPK berkomitmen memastikan kelancaran arus logistik nasional selama periode Natal dan Tahun Baru. Kami siap mendukung kebijakan pemerintah terkait pengaturan arus barang pada musim libur akhir tahun, serta telah menyiapkan serangkaian langkah mitigasi risiko untuk mengantisipasi potensi lonjakan volume peti kemas,” ujar Pramestie Wulandary, Corporate Secretary IPC TPK pada keterangannya di Jakarta, Senin (22/12/2025).
Serangkaian langkah mitigasi risiko IPC TPK meliputi optimalisasi perencanaan sandar kapal, pengaturan kapasitas lapangan penumpukan, penguatan koordinasi operasional antarterminal, serta kesiapan sumber daya dan peralatan agar pelayanan tetap berjalan andal dan berkesinambungan. Melalui peninjauan ini, pemerintah dan seluruh pengelola terminal peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok menegaskan komitmen bersama untuk menjaga kelancaran distribusi logistik nasional, seiring meningkatnya mobilitas dan kebutuhan barang selama periode Nataru.
“Melalui Planning and Control Room, kami memastikan seluruh terminal peti kemas terhubung dalam satu sistem pengendalian. Dengan pemantauan real-time dan koordinasi lapangan yang intensif, arus peti kemas dapat dikelola lebih presisi sehingga potensi penumpukan dapat diantisipasi sejak dini,” tuturnya.(*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.