IHSG Menguat Tipis 0,03% ke Level 8.646,94, Tahun 2025 Ditutup ATH 24 Kali
Melansir dari aplikasi IDX Mobile pada Selasa (30/12/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 0,03% ke level 8.646,94. Kenaikan ini salah satunya ditopang oleh frekuensi perdagangan saham-saham konglomerasi.
Aplikasi IDX Mobile mencatat, frekuensi perdagangan hari Selasa didominasi oleh grup Prajogo Pangestu melalui saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), grup Bakrie seperti Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), Bumi Resources Tbk (BUMI), hingga PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).
Harga saham CDIA ditutup melemah tipis 0,30% ke Rp1.670, begitu juga dengan BRMS yang melemah 3,93% ke Rp1.100 dan DEWA ditutup melemah 2,90% ke Rp670. Sementara BUMI stagnan di Rp366. Namun, ENRG justru menguat 4,58% ke Rp1.600.
Selebihnya, IHSG menguat berkat disokong saham-saham naungan Daya Anagata Nusantara (Danantara) seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Ada juga anak usaha PT PP (Persero) Tbk (PTPP), yaitu PP Presisi Tbk (PPRE) yang turut masuk sebagai pencetak frekuensi perdagangan sepanjang hari ini.
Saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti ANTM dan BBRI keduanya ditutup melemah. ANTM koreksi 4,55% ke Rp3.150, sementara BBRI turun 3,17% ke Rp3.660. Adapun PPRE ditutup meroket 25,36% ke Rp173 hari ini.
Saham bank digital dari grup Emtek (EMTK), PT Super Bank Indonesia Tbk atau Superbank (SUPA) juga menguat 2,75% ke Rp935. Grup Tommy Soeharto melalui PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) juga menguat 11,21% ke Rp258. Grup Happy Hapsoro lewat PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menguat 5,30% ke Rp1.390.
Selebihnya, saham-saham independen seperti PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menguat 2,70% ke Rp760. PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) pun meroket 17,76% ke Rp126. Apalagi, saham FILM milik Manoj Punjabi lewat PT MD Entertainment Tbk yang melesat 12,84% ke Rp14.500. Emiten energi seperti PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) pun menguat tipis 1,18% ke Rp86.
Meskipun demikian, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, mengungkapkan IHSG pada tahun 2025 mencetak rekor level tertinggi atau all-time high sebanyak 24 kali. Adapun, nilai kapitalisasi pasar menembus lebih dari Rp16.000 triliun.
“Memasuki paruh kedua 2025, kita menyaksikan kebangkitan IHSG dari fase pemulihan hingga mampu mencetak rekor demi rekor... Pemulihan ini tidak hanya tecermin pada IHSG, tetapi juga pada fundamental pasar,” jelas Iman dalam pidatonya saat acara penutupan perdagangan saham di Mainhall BEI, Jakarta, pada Selasa (30/12/2025) sore.
Di sisi lain, PT Phintraco Sekuritas mencermati IHSG sempat terkoreksi yang dipengaruhi saham BBRI dan ADRO yang memasuki ex date dividend. Level IHSG di hari ini terpicu sentimen harga emas yang terkoreksi setelah menembus ATH, sehingga mendorong pelemahan pada saham-saham barang baku yang berhubungan dengan emas dan turunannya.
“IHSG ditutup menguat 22,13% year-on-year (YoY) di tahun 2025. Semua sektor ditutup menguat di tahun 2025, dengan penguatan terbesar pada saham sektor teknologi,” demikian penjelasan analis di Phintraco Sekuritas.(*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.