Arah dan Strategi Bisnis Darma Henwa (DEWA) di 2026, Gulirkan Diversifikasi Portofolio dan Ekspansi
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menatap tahun 2026 dengan penuh optimis. Perseroan pada tahun ini menjadi momentum tema perseroan bertajuk reshaping the future yang mencakup fokus pada pertumbuhan berkelanjutan, digitalisasi, efisiensi operasional dengan teknologi baru, dan pengembangan talenta muda untuk membangun grup layanan pertambangan terintegrasi dan kompetitif.
Untuk pertumbuhan yang berkelanjutan, manajemen DEWA menggulirkan ekspansi dengan mengedepankan pendekatan organik dan non-organik. Ekspansi organik dilakukan melalui peningkatan kapasitas produksi dari proyek-proyek yang telah berjalan maupun pengembangan proyek baru. Saat ini, perseroan telah mengamankan penambahan volume dari proyek eksisting.
Mukson Arif Rosyidi, Director & Corporate Secretary DEWA, menjelaskan perseroan memasuki kuartal I di 2026 ini tidak lagi menggunakan subkontraktor. Artinya, volume pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan pihak ketiga akan sepenuhnya dikerjakan oleh perseroan.
Secara agregat, total volume mungkin belum meningkat signifikan, namun volume yang dikerjakan sendiri oleh perseroan kian meningkat, sehingga berdampak pada peningkatan kebutuhan belanja modal (capeх).
“Selain itu, perseroan juga secara aktif melihat peluang tambahan di klien eksisting. Apabila klien meningkatkan kapasitas produksinya, tentu kami berkepentingan untuk ikut menangkap peluang tersebut. Untuk besaran capex dan volumenya, saat ini masih dalam proses kajian dan negosiasi, sehingga belum dapat kami sampaikan secara rinci,” katanya dalam laporan public expose BEI, dikutip Jumat (2/1/2026).
Selain itu, perseroan berencana untuk memperluas ekspansi ke proyek-proyek di luar Grup. Perseroan setahap demi setahap mendorong diversifikasi ke sektor non batu bara, khususnya proyek mineral.
Sementara itu, ekspansi non-organik melalui akuisisi tetap menjadi opsi yang menarik. Setiap peluang yang muncul akan melalui proses evaluasi dan perhitungan yang matang, dengan mempertimbangkan value added bagi perseroan, serta dilakukan assessment dan mitigasi risiko agar pengembangan usaha tetap terukur, terkendali, dan berkelanjutan.
Sesuai dengan tema Reshaping the Future, Perseroan juga sudah punya roadmap digitalisasi dengan tiga strategi:
Pertama dengan melakukan modernisasi dan secure the core system yang ada saat ini, sehingga Perseroan bisa memastikan seluruh layanan IT, baik yang ada di back office sebagai business support system atau di operating super system yang biasa disebut dengan Operating Technology (OT) bisa dilakukan modelisasi dan secure-kan. Dengan demikian perusahaan bisa running by data atau data driven.
Setelah itu atau kedua, yaitu enhancement dan consolidation, yang memungkinkan perseroan memiliki proses yang lebih optimum sehingga tercipta efisiensi.
Ketiga adalah digitalisasi dan inovasi smart mining yang akan mendukung operasional dan sisi safety. Dengan roadmap ini, perseroan akan dapat menurunkan potensi risiko dari sisi safety sehingga cost lebih efisien.
Ia menegaskan, indikator kunci paling penting adalah memastikan efisiensi di tahun 2026, yaitu bagaimana DEWA menjaga konsistensi kinerja, secara skala operasi lebih besar. Strateginya adalah dengan meningkatkan kapasitas eksisting dari proyek yang perseroan miliki, di kuartal I/2026 sudah tidak ada laqi subkontraktor.
“Untuk mendukung transformasi digital, salah satu kunci keberhasilannya adalah di orang. Maka kami mencanangkan program cultural transformation, dimana kami membangun visi-misi dan values baru. Kami melakukan internalisasi visi-misi dan values tersebut,” tegasnya.
Oleh karena itu, Perseroan melakukan investasi pada pengembangan SDM (invest in people) melalui program cultural transformation. Perseroan telah menetapkan visi dan misi baru, melakukan pembaruan nilai-nilai perusahaan (values), serta melakukan internalisasi values tersebut ke seluruh organisasi.
Selain itu, perseroan juga melakukan pemberdayaan para pemimpin (leaders) melalui pendekatan coaching, di mana setiap pemimpin bertanggung jawab memastikan keberhasilan timnya. Konsistensi kinerja DEWA diibaratkan sebagai sebuah resep yang dapat diulang, dengan memastikan bahwa perilaku kerja selaras dengan SOP yang telah diperbarui dan dijalankan secara konsisten, serta didukung oleh values yang sama di seluruh level organisasi.
Nilai-nilai perseroan terangkup pada RISING, yaitu Reliability, Integrity, Synergy, Innovation, Noble Discipline, and Growth. Nilai-nilai tersebut tidak hanya disosialisasikan, tetapi juga diukur dalam praktik kerja sehari-hari. Apabila terdapat gap, manajemen akan melakukan intervensi yang diperlukan.
“Dengan kombinasi pertumbuhan volume yang berkualitas, peningkatan EBITDA, transformasi digital, dan investasi pada manusia, perseroan optimistis dapat membangun kinerja yang konsisten dan berkelanjutan,” tutupnya. (*)