Appdome Siapkan Agentic AI SecOps Bentengi Aplikasi Seluler
Appdome, sebagai penyedia AI-native security platform telah meluncurkan agentic AI SecOps Agent yang dirancang untuk secara otonom memantau, mengevaluasi, melakukan penalaran, dan melaporkan ancaman seluler, sekaligus berinteraksi secara real time dengan berbagai pemangku kepentingan di lingkungan perusahaan.
SecOps Agent menghadirkan kecerdasan agentic AI serta kemampuan eksplorasi terbuka untuk tim keamanan siber, tim anti-penipuan, dan tim manajemen risiko dengan mengombinasikan aliran data ancaman Appdome yang sangat kaya dan luas dengan penalaran otonom serta antarmuka percakapan berbasis agentic AI. Hasilnya, seluruh tim dapat dengan cepat menelusuri, memahami, dan menangani serangan seluler secara lebih efektif.
"Appdome telah memiliki kumpulan data penipuan seluler dan ancaman siber terbesar di dunia. SecOps Agent membawa pembelajaran agentic AI ke dalam miliaran sinyal ancaman, memungkinkannya mengolah dan menganalisis data ancaman dalam hitungan detik, menjawab pertanyaan dari berbagai pemangku kepentingan, serta secara mandiri memberi notifikasi atas temuan dan insight baru secara real-time,” ujar Tom Tovar, CEO and Co-Creator Appdome pada siaran pers yang dilansir SWA.co.id di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Peluncuran SecOps Agent hadir di saat ekonomi digital global dan permukaan serangannya semakin mobile, serta volume, keragaman, dan kompleksitas ancaman seluler terus membanjiri tim keamanan siber dan tim anti-penipuan. SecOps Agent memanfaatkan model pembelajaran berkelanjutan untuk memahami seluruh ancaman yang dihadapi aplikasi seluler, pengguna, dan bisnis.
Pemahaman ini kemudian diperkaya dengan triliunan peristiwa ancaman bulanan yang dihasilkan oleh instalasi Appdome di seluruh dunia. Dengan menggabungkan data tersebut, SecOps Agent mampu mengevaluasi dan menafsirkan tingkat keparahan serta dampak spesifik dari permukaan serangan sebuah merek seluler, termasuk probabilitas, tolok ukur, tren, dan berbagai insight lainnya.
SecOps Agent juga memiliki visibilitas penuh terhadap postur pertahanan setiap aplikasi seluler, mulai dari build-by-build dan release-by-release, termasuk ancaman mana yang sedang dipantau, dimitigasi, atau diblokir sepenuhnya, baik di dalam maupun backend aplikasi. Kemampuan ini memungkinkan SecOps Agent memberikan analisis yang tepat sasaran dan relevan, sehingga tim mobile dapat segera mengambil tindakan.
“Tim keamanan siber dan tim anti-penipuan kini menggantikan pekerjaan manual dengan alur kerja digital agar tetap selangkah lebih maju dari permukaan serangan seluler,” ujar Gil Hartman, Field Chief Technology Officer (CTO) Appdome.
Kompleksitas Permukaan Ancaman Seluler
Tim mobile sering kali kesulitan memahami beragam teknik yang digunakan untuk menyusupkan penipuan, malware, serangan identitas berbasis deepfake, rekayasa sosial, manipulasi perangkat, penyalahgunaan API, dan berbagai ancaman lainnya ke dalam pengalaman mobile. Serangan-serangan ini kerap memanfaatkan banyak alat, aplikasi trojan, malware, dan lainnya, serta dapat terjadi lintas aplikasi, wilayah, versi sistem operasi, dan model perangkat.
Hal ini menciptakan pola dan skenario yang nyaris mustahil diinterpretasikan menggunakan alat SecOps tradisional atau melalui analisis manual. Sebagian besar alat SecOps bahkan tidak memiliki akses ke data ancaman seluler. Kalaupun ada, biasanya hanya melacak sinyal terbatas secara terpisah, sehingga tim mobile tidak memiliki cara untuk menilai tingkat keparahan, mengorelasikan serangan, atau menghitung dampak bisnis secara mandiri.
SecOps Agent mengintegrasikan pembelajaran otonom Agentic AI ke dalam data build aplikasi seluler Appdome serta aliran data berkelanjutan terkait ancaman, serangan, dan sinyal penipuan yang dihasilkan oleh aplikasi yang dilindungi Appdome milik setiap merek seluler.
Melalui kombinasi ini, SecOps Agent menganalisis permukaan serangan aktif untuk setiap aplikasi seluler, mengorelasikan pola serangan, dan membangun pemahaman terpadu mengenai risiko serta postur pertahanan bisnis secara keseluruhan. SecOps Agent melaporkan temuannya melalui laporan teragregasi dan peringatan instan, dengan mengorganisasi data ancaman dan menyediakan konteks kualitatif yang dibutuhkan oleh setiap pemangku kepentingan.
Dengan demikian, tim mobile dapat dengan cepat memahami risiko serta dampaknya terhadap basis pengguna terpasang, pengguna akhir, dan transaksi bisnis. Inti dari SecOps Agent adalah kemampuannya memahami risiko dan menggunakan permukaan serangan bisnis seluler, distribusi geografis, industri, serta faktor-faktor lainnya untuk menghitung tingkat risiko.
Secara operasional, SecOps Agent menghasilkan laporan dan peringatan yang menyintesis data ancaman dari basis pengguna seluler merek tersebut secara berkala, saat ancaman ditemukan, maupun sesuai permintaan. Agent ini menafsirkan sinyal ancaman lintas rilis aplikasi, jenis perangkat, versi sistem operasi, wilayah geografis, mekanisme pertahanan, dan kategori ancaman.
Secara substansial, SecOps Agent menyediakan konteks serta narasi berbasis bisnis tentang apa yang terjadi dalam periode tertentu, sehingga mengungkap cerita risiko yang lebih besar dan lebih signifikan yang sebelumnya tidak terlihat oleh tim. Seiring waktu, SecOps Agent juga menggunakan analisisnya sendiri untuk menilai Mobile Risk Index merek tersebut, yaitu nilai tolok ukur organisasi dan transaksi bagi bisnis seluler. (*)