Impor di Januari–November 2025 Capai US$218,02 Miliar, Impor Non Migas Tumbuh 4,37%
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai impor Indonesia pada Januari hingga November 2025 mencapai US$218,02 miliar. Angka ini mencatatkan kenaikan sebesar 2,03% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyampaikan pertumbuhan impor ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas pada sektor non migas (minyak dan gas). "Nilai impor non migas naik 4,37% secara tahunan, dengan total nilai mencapai US$188,61 miliar," ungkap Pudji dalam paparannya di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Khusus untuk kinerja bulanan, nilai impor Indonesia pada November 2025 tercatat sebesar US$19,86 miliar, naik tipis sebesar 0,46% dibandingkan November 2024. Namun, tren berbeda terlihat pada sektor nonmigas di bulan tersebut yang justru mengalami penurunan sebesar 1,15% menjadi US$17,00 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan golongan barang nonmigas selama Januari–November 2025, komoditas mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya menjadi motor utama pertumbuhan. Golongan ini mencatatkan peningkatan nilai impor tertinggi, yakni sebesar US$3,70 miliar atau naik 14,84% dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang mengalami penurunan signifikan. Penurunan terbesar dialami oleh golongan besi dan baja yang nilainya menyusut hingga US$1,24 miliar atau turun sebesar 12,65%. Dari sisi negara asal barang, Tiongkok masih menjadi pemasok barang impor nonmigas terbesar ke pasar Indonesia.
Berikut adalah tiga negara pemasok utama selama Januari–November 2025:
• Tiongkok : US$77,52 miliar, dengan kontribusi 41,10%.
• Jepang : US$13,28 miliar atau 7,04%
• Amerika Serikat : US$8,93 miliar atau 4,73%.
Selain dari ketiga negara tersebut, Indonesia juga mencatatkan impor nonmigas yang signifikan dari kawasan regional. Impor dari negara-negara ASEAN secara kolektif mencapai US$29,46 miliar atau menyumbang 15,62% terhadap total impor nonmigas nasional. Sementara itu, impor dari Uni Eropa tercatat sebesar US$11,20 miliar dengan andil sebesar 5,94%.(*)