BPS Catat Inflasi Tahunan Desember 2025 Sebesar 2,92%
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai Indeks Harga Konsumen (IHK) periode Desember 2025, Senin (5/1/2026). Dalam laporan tersebut, Indonesia mencatatkan inflasi tahunan atau year on year (YoY) sebesar 2,92%. Kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta perawatan pribadi menjadi motor utama pergerakan inflasi di penghujung tahun tersebut.
BPS melaporkan pada Desember 2025 terjadi inflasi sebesar 2,92% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 109,92. Jika dibandingkan secara bulanan atau month to month (mtm), tingkat inflasi Desember 2025 berada pada angka 0,64%.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan inflasi tahunan ini dipicu oleh kenaikan harga di sebagian besar kelompok pengeluaran. "Inflasi sebesar 2,92% ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi sebesar 4,58%, sementara kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 13,33%," katanya di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Lebih lanjut, Pudji memaparkan sejumlah komoditas utama yang memberikan andil besar terhadap inflasi tahunan di antaranya adalah cabai merah, cabai rawit, beras, ikan segar, daging ayam ras, hingga emas perhiasan. Khusus untuk kelompok makanan, minuman, dan tembakau, komoditas cabai merah memberikan andil tertinggi sebesar 0,18%.
Secara spasial, inflasi tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Provinsi Aceh yang mencapai 6,71% YoY. Sedangkan di tingkat kabupaten/kota, Kota Gunungsitoli mengalami inflasi tertinggi hingga menembus angka 10,84%.
Sebaliknya, Provinsi Sulawesi Utara mencatatkan inflasi tahunan terendah sebesar 1,23%. Untuk tingkat kabupaten/kota, inflasi terendah berada di Maumere dan Kabupaten Minahasa Utara yang masing-masing hanya sebesar 0,38%.
BPS mencatat adanya kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks atau deflasi, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang turun sebesar 0,28%. Dengan capaian inflasi tahunan sebesar 2,92% ini, angka tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan inflasi Desember 2024 yang sebesar 1,57% maupun Desember 2023 yang sebesar 2,61%.(*)