Kunjungan Wisman ke Bali Melonjak Dua Digit, Bule Australia Paling Banyak Plesiran ke Pulau Dewata
Kinerja pariwisata Bali pada November 2025 mengalami koreksi seiring penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan melemahnya tingkat hunian hotel. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat, jumlah wisman yang datang langsung ke Bali pada November 2025 mencapai 483.364 kunjungan, turun 18,74% secara bulanan (month-to-month) dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai 594.853 kunjungan. Sedangkan, jumlah wisman yang datang langsung ke Bali pada Januari–November 2025 mencapai 6,38 juta kunjungan, tumbuh dua digit atau sebesar 10,27% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Australia masih mendominasi kunjungan wisman ke Bali selama 11 bulan di tahun lalu itu. Jumlahnya 1,49 juta kunjungan. Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menjelaskan penurunan tersebut lebih mencerminkan faktor musiman pasca puncak libur serta penyesuaian jadwal perjalanan internasional.“Secara bulanan memang terjadi penurunan kunjungan wisman pada November 2025. Namun secara kumulatif, kinerja pariwisata Bali masih menunjukkan tren positif,” ujar Agus dalam keterangannya di Denpasar, Bali, Senin (5/1/2026).
Sejalan dengan penurunan kunjungan wisman, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Bali pada November 2025 tercatat 57,97%, turun 6,60% poin dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai 64,57%. Penurunan terdalam terjadi pada hotel bintang lima, yakni 8,61% poin secara bulanan.Secara tahunan (year-on-year/y-on-y), TPK hotel berbintang juga turun 1,64% poin, dengan koreksi terdalam terjadi pada hotel bintang tiga.
Meski demikian, rata-rata lama menginap (RLM) menunjukkan ketahanan. Pada November 2025, RLM tamu asing dan domestik di hotel berbintang tercatat 2,939 malam, sedikit meningkat dibandingkan Oktober 2025 dan naik 0,24 poin secara tahunan.“Rata-rata lama menginap yang relatif stabil menunjukkan kualitas permintaan masih terjaga, meskipun jumlah kunjungan mengalami koreksi,” ujar Agus.Rata-rata lama menginap tamu asing tercatat lebih panjang, yakni 3,15 malam, dibandingkan tamu domestik 2,61 malam.
Berdasarkan pintu masuk, mayoritas wisman masih datang melalui jalur udara dengan 476.507 kunjungan, sementara 6.857 kunjungan tercatat melalui jalur laut. Dari sisi kebangsaan, Australia tetap menjadi pasar utama pariwisata Bali dengan 123.937 kunjungan atau 25,64% dari total wisman November 2025. Selanjutnya disusul India (42.729 kunjungan), Tiongkok (33.755), Korea Selatan (24.466), dan Amerika Serikat (19.880).
Namun demikian, BPS mencatat koreksi cukup dalam dari sejumlah negara Eropa. Wisman asal Prancis mengalami penurunan terdalam, yakni 51,62% secara bulanan. “Fluktuasi antarnegara asal merupakan dinamika yang lazim, dipengaruhi musim liburan, konektivitas penerbangan, hingga kondisi ekonomi global,” kata Agus.
Di tengah pelemahan wisman, pergerakan wisatawan domestik justru menguat. Perjalanan wisatawan nasional (wisnas) melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Pelabuhan Benoa pada November 2025 meningkat 39,14% (m-to-m) menjadi 31.387 perjalanan.Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Bali tercatat 2,38 juta perjalanan. Kabupaten Badung masih menjadi destinasi utama dengan 575.447 perjalanan, disusul Kota Denpasar sebanyak 435.680 perjalanan.“Wisatawan domestik tetap menjadi penyangga utama aktivitas pariwisata Bali, terutama saat kunjungan wisman mengalami penyesuaian musiman,” pungkas Agus. (*)