QRIS Muamalat Ngebut: 5 Juta Transaksi, Merchant Tembus 18 Ribu
PT Bank Muamalat Indonesia mencatat jumlah transaksi melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) per November 2025 mencapai lebih dari 5 juta transaksi, atau tumbuh sekitar 89,37% secara year-on-year (YoY). Lonjakan tersebut diikuti kenaikan volume transaksi pada periode yang sama sebesar 71,06% (YoY).
Direktur PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan, animo pengguna Muamalat DIN untuk bertransaksi melalui QRIS terus meningkat.
“Alhamdulillah, Muamalat DIN tidak hanya mampu memfasilitasi transaksi QRIS untuk keperluan komersial, tapi juga dapat mengakomodasi transaksi keuangan sosial keagamaan seperti pembayaran zakat, infak, sedekah (ZIS), dan wakaf,” ujar Ricky.
Ricky berharap, dengan total 211 ribu pengguna aktif Muamalat DIN, donasi transaksi ZIS dan wakaf secara digital bukan hanya sekadar charity dari masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi umat yang sehat.
Di sisi ekosistem, QRIS Bank Muamalat kian menguat dengan dukungan lebih dari 18 ribu merchant yang telah bergabung hingga akhir November 2025. Diluncurkan pertama kali pada Januari 2022, layanan QRIS acquiring Bank Muamalat ditawarkan kepada nasabah yang memiliki usaha, termasuk segmen UMKM, dan memenuhi syarat sebagai merchant QRIS. Jaringan merchant yang luas ini menjadi fondasi penting dalam mendukung ekspansi layanan pembayaran digital Bank Muamalat.
“Menariknya, sebaran merchant ini tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Berdasarkan data internal kami, Region Sumatera mendominasi dengan jumlah merchant QRIS terbanyak. Ini menandakan akseptasi QRIS sebagai metode pembayaran digital semakin luas dan menyentuh aktivitas harian masyarakat,” jelasnya.
Selain untuk pembayaran di merchant, layanan QRIS acquiring Bank Muamalat juga dapat digunakan untuk donasi serta transaksi pembayaran di berbagai instansi, seperti sekolah, masjid, lembaga donasi, hingga rumah sakit.
Menurut Ricky, pertumbuhan transaksi QRIS tersebut menjadi bukti konkret keberhasilan strategi digitalisasi yang diterapkan Bank Muamalat. Transformasi digital itu tidak hanya meningkatkan kualitas layanan serta menciptakan ekosistem transaksi yang efisien dan inklusif, tetapi juga memperkuat posisi kompetitif Bank Muamalat dalam industri perbankan syariah nasional. (*)