PMI Manufaktur ASEAN Bertengger di Zona Ekspansi Pada 2025
Denyut industri manufaktur ASEAN atau Purchasing Managers Index (PMI) menunjukkan zona ekspansi lantaran bertengger di 53,0 poin pada Desember 2025, menurut data S&P Global. Raihan itu lebih tinggi dari 52,7 poin pada November tahun lalu..
Meskipun momentum pertumbuhan sedikit melemah dibandingkan November 2025, terlihat dari kenaikan output dan pesanan baru yang disesuaikan, ekspansi secara keseluruhan masih kuat di kedua indikator tersebut. Selain itu, sentimen bisnis menguat ke level tertinggi dalam sepuluh bulan.
Maryam Baluch, Ekonom S&P Global Market Intelligence, menuturkan faktor pendorong utama perbaikan bulanan terbaru adalah laporan perusahaan mengenai peningkatan output dan pesanan baru yang tetap kuat, meskipun sedikit melambat. Sementara itu, penurunan pesanan ekspor baru masih berlanjut, namun sedikit mereda pada Desember 2025.
"Dari sisi ketenagakerjaan, kini telah meningkat setiap bulan sejak bulan September. Tingkat penciptaan lapangan kerja tergolong sedang namun paling cepat sejak bulan Februari," ujar Baluch pada keterangan tertulis di Selasa (6/1/2026).
Para manajer pembelian tetap fokus pada pengadaan bahan baku dan barang setengah jadi. Aktivitas pembelian pun meningkat selama lima bulan berturut-turut pada. Bahkan tingkat pertumbuhan solid dan kuat dalam waktu lebih dari dua setengah tahun.
Perusahaan melaporkan bahwa lead time rata-rata dari pemasok lebih panjang selama empat bulan berturut-turut. Rantai pasok yang ketat, pertumbuhan ketenagakerjaan yang terbatas, serta peningkatan bisnis baru mendorong penumpukan pekerjaan lebih lanjut.
Biaya input meningkat tajam, dengan laju inflasi yang secara umum sejalan dengan yang tercatat pada November 2025. Inflasi harga output tidak berubah dan masih tergolong sedang. Indikator harga masing-masing berada di bawah rata-rata historis. (*)