ESDM Nilai Konflik Venezuela Tak Berdampak ke Harga Minyak Dunia

ESDM Nilai Konflik Venezuela Tak Berdampak ke Harga Minyak Dunia
Ilustrasi: Fasilitas minyak terlihat di Danau Maracaibo di Cabimas, Venezuela, 29 Januari 2019. REUTERS / Isaac Urrutia

Pemerintah terus meningkatkan cadangan strategis sebagai langkah antisipasi.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai konflik yang berlangsung di Venezuela tidak berdampak signifikan terhadap harga minyak dunia maupun perdagangan minyak global.

“Tidak ada dampak signifikan terhadap kondisi perdagangan minyak dan harga,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia ketika dihubungi dari Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Anggia menjelaskan meskipun cadangan minyak Venezuela merupakan yang terbesar di dunia, produksi rata-rata negara tersebut masih berada di bawah 1 juta barel minyak per hari (barel oil per day/BOPD). Angka tersebut relatif kecil dibandingkan dengan rasio cadangannya.

Kondisi di Venezuela berbeda dengan kawasan Timur Tengah. Konflik di kawasan Timur Tengah menyebabkan harga minyak menjadi sangat dinamis karena banyak negara anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC/Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi) berada di wilayah tersebut.“Jadi, harga minyak bisa menjadi sangat dinamis,” ujar Anggia.

Peningkatan produksi minyak nasional menjadi salah satu langkah antisipasi Indonesia terhadap gejolak geopolitik global, termasuk dinamika politik yang terjadi di Venezuela. “Sebagai antisipasi, kami harus terus meningkatkan cadangan strategis minyak nasional serta optimalisasi produksi,” kata dia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pemerintah belum melihat dampak langsung dari situasi di Venezuela terhadap pasokan maupun harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

“Kita sumber crude-nya bukan dari sana. Jadi dari wilayah lain. Jadi masih stabil,” kata Laode usai penutupan Posko Nasional Sektor ESDM Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Laode menambahkan pemerintah tetap melakukan langkah antisipasi dan pemantauan perkembangan situasi, termasuk potensi dampaknya terhadap harga minyak dunia. “Antisipasi itu selalu ada,” ujarnya.

Pernyataan tersebut merespons gejolak politik yang berlangsung di Venezuela. Media internasional melaporkan Amerika Serikat (AS) melakukan serangan militer ke ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1/2026).

Dalam pernyataannya, Presiden AS Donald Trump mengatakan pasukan AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya. Tak lama setelah itu, pemerintah Venezuela mengumumkan negaranya berada dalam kondisi darurat nasional. Sejumlah negara telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait serangan unilateral AS tersebut.

Presiden Kolombia Gustavo Petro menyerukan pertemuan darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menegaskan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan, larangan penggunaan kekerasan, serta penyelesaian sengketa secara damai.

Rusia dan Iran, yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Venezuela, juga mengecam serangan militer AS tersebut.

Sumber: Republika.co.id

# Tag