Hangzhou Bidik Wisatawan Indonesia, Tawarkan Pesona Alam hingga Inovasi Digital

Hangzhou, mmembuka diri bagi wisatawan dunia untuk merasakan harmoni antara warisan budaya kuno dan kemajuan kota yang dinamis.(Foto:Ist)

Dari kota legenda menjadi ikon wisata modern, Hangzhou kian menegaskan pesonanya di panggung global. Di bawah kepemimpinan Dinas Kebudayaan, Radio, Televisi, dan Pariwisata Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang ini aktif membuka diri bagi wisatawan dunia termasuk Indonesia untuk merasakan harmoni antara warisan budaya kuno dan kemajuan kota yang dinamis.

Tiongkok konsisten menempati posisi lima besar destinasi favorit wisatawan Indonesia. Data BPS mencatat, lebih dari 300.000 warga Indonesia berkunjung ke Negeri Tirai Bambu pada semester I-2025, atau sekitar 5,6% dari total perjalanan ke luar negeri.

Sebagai salah satu kota andalan, Hangzhou aktif memperkenalkan pesona wilayahnya untuk menarik minat wisatawan nasional. Upaya ini tercermin lewat penerbitan Prangko Bersama Indonesia–Tiongkok pada Agustus 2025, yang menandai 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Edisi khusus tersebut menampilkan keindahan Danau Beratan, Bali, dan Danau Barat, Hangzhou simbol harmoninya dua destinasi ikonik dari dua bangsa sahabat.

Pesona Hangzhou terpancar dari tiga Situs Warisan Dunia yang menandai perjalanan panjang peradaban Tiongkok. Danau Barat menghadirkan keindahan klasik lewat “10 Pemandangan” ikonik yang merefleksikan harmoni manusia dan alam. Kanal Besar Hangzhou, jalur air tertua dan terpanjang di dunia, menjadi saksi kejayaan ekonomi masa lampau yang kini berpadu dengan modernitas kota.

Sementara Situs Arkeologi Liangzhu menyingkap asal-usul peradaban Tiongkok lebih dari 5.000 tahun lalu melalui struktur monumental dan artefak giok nan megah meneguhkan julukan Hangzhou sebagai “Kota Pertama Tiongkok.”

Hangzhou terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata dan pusat belanja internasional. Melalui kebijakan Tax Refund for Tourists (TRT), wisatawan asing kini dapat menikmati pengembalian PPN dari belanja di toko bebas bea, menegaskan komitmen kota ini terhadap layanan ramah wisatawan dan pengalaman berbelanja yang efisien.

Tak hanya unggul di sektor pariwisata, Hangzhou juga menjadi magnet ekonomi global. Pada Global Digital Trade Expo (GDTE) 2025. Menurut Wali Kota Hangzhou, Yao Gaoyuan, sebagai tamu kehormatan di ajang GDTE Indonesia memiliki rencana pengadaan barang dan jasa dengan nilai yang mendekati RMB 1 miliar, terutama untuk pembangunan ibu kota baru dan transformasi digital.

Sekitar 100 delegasi bisnis Indonesia, termasuk Direktur Eksekutif Apeksi (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indoneia), Alwis Rustam, turut hadir di ajang ini. Menurut Alwis, Hangzhou merupakan salah satu kota di Tiongkok dengan laju transformasi digital paling pesat contoh nyata sinergi antara inovasi, perdagangan, dan pariwisata dunia.(*)

# Tag