OJK Cermati, Investor Ritel dan Asing Topang Likuiditas Transaksi Saham Semester II/2025
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2025 menjabarkan, kenaikan likuiditas transaksi saham pada semester II/2025 ditopang oleh investor ritel domestik serta investor asing.
“... proporsi transaksi investor ritel meningkat tajam dari 36% di tahun 2024 menjadi 50% di tahun 2025,” jelas Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi dalam acara daring hasil RDKB Desember 2025 pada Jumat (9/1/2026).
Secara umum, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tahun 2025 tercatat sebesar Rp18,07 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan sebelumnya sebesar Rp12,85 triliun pada tahun 2024.
Pada periode Dssember 2025, investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham sebesar Rp12,24 triliun secara month-to-month (mtm). Inarno mengeklaim, ini menunjukkan keyakinan dan persepsi positif terhadap perekonomian dan pasar domestik. Namun, investor asing masih mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham sebesar Rp17,34 triliun.
Adapun, RNTH pada Desember 2025 menyentuh rekor tertinggi atau all-time high (ATH) sebesar Rp27,19 triliun. Angka ini masih diklaim konsisten berada di atas Rp20 triliun sejak 20 Agustus 2025.
Sepanjang kuartal IV/2025, RNTH sejak Oktober hingga November 2025 terpantau meningkat, menurut data internal OJK. Hal ini ditunjukkan dengan RNTH Oktober 2025 menembus Rp16,62 triliun, Rp17,22 triliun pada November 2025, serta Rp18,07 triliun pada Desember 2025.
Hal ini juga didukung oleh jumlah investor di periode tersebut. Jumlah investor pada Oktober 2025 menembus 19,20 juta, 19,67 juta investor pada November 2025, dan 20,36 juta investor pada Desember 2025. (*)