Headhunter untuk Rekrutmen Eksekutif
Kehadiran pihak ketiga untuk rekrutmen bagi perusahaan merupakan hal yang wajar. Bahkan dalam era persaingan, pelibatan pihak ketiga merupakan keharusan agar dapat merekrut talenta terbaik dengan lebih efektif. Rekrutmen level eksekutif kini terjadi persaingan ketat. Perusahaan butuh eksekutif andal dalam berinovasi mendongkrak daya saing.
Namun, tak mudah menemukan kandidat terbaik jika sekadar bertumpu pada proses rekrutmen internal. Dalam situasi inilah perusahaan membutuhkan kehadiran jasa headhunter sebagai solusi efektif.
Bagi perusahaan, headhunter merupakan partner strategis karena memiliki akses data dan informasi SDM bertalenta. Perusahaan dapat memperoleh calon terbaik di level eksekutif lebih mudah dan tepat. Pimpinan perusahaan perlu memahami makna headhunter.
Headhunter level eksekutif disebut pula sebagai executive search consultant. Fungsinya adalah konsultan spesialis untuk searching and finding SDM terbaik yang umumnya tidak aktif mencari pekerjaan (job hunting). Fokus headhunter ialah calon berkelas terbaik atau top-tier, dengan cara kerja yang mengedepankan pendekatan pribadi (personal).
Pengertian headhunter tersebut relevan dengan karakter budaya nasional. Budaya di Indonesia menonjolkan relasi interpersonal dan nilai-nilai kekeluargaan. Headhunter memahami konteks lokal agar calon terpilih sesuai kebutuhan perusahaan. Harapannya, calon terpilih dapat dengan mudah dan lebih cepat beradaptasi.
Manfaat Headhunter
Dengan jasa headhunter, rekrutmen terlaksana lebih efisien didukung akses ke kandidat pasif namun berkualitas. Selanjutnya proses seleksi lebih mendalam didukung data akurat serta memastikan perusahaan mendapatkan talenta terbaik sesuai kebutuhan. Calon terbaik berkualifikasi istimewa dalam posisi sebagai eksekutif.
Headhunter sangat bermanfaat karena memiliki jaringan luas namun tepat serta menjaga aspek kerahasiaan. Isu confidential sangat penting karena posisi eksekutif bersifat strategis bagi perusahaan. Kerahasiaan dijamin agar ritme kerja tim tetap terjaga.
Manfaat menonjol penggunaan jasa headhunter adalah efisiensi waktu disertai retensi tinggi. Rekrutmen umumnya butuh waktu lebih dari dua bulan untuk setiap jabatan. Dengan jasa headhunter, rekrutmen level atas melalui executive search butuh waktu kurang dari dua bulan.
Beberapa headhunter kini menggunakan teknologi berbasis artificial intelligence (AI) sehingga waktu rekrutmen relatif lebih cepat, dalam hitungan hari atau pekan untuk posisi tertentu. Dengan AI, headhunter mampu menyajikan data kandidat terbaik secara lebih akurat sesuai kebutuhan perusahaan.
Retensi
Umumnya, rerata waktu kerja atau retensi eksekutif bervariasi. Perusahaan berupaya mempertahankan eksekutif dalam jangka panjang melalui program pengembangan karir, kompensasi kompetitif, dan budaya kerja positif. Target retensi atau bertahan kerja antara satu hingga dua tahun untuk eksekutif baru. Tujuannya adalah meminimalisasi turnover dan memastikan stabilitas kepemimpinan.
Dengan menggunakan jasa headhunter, rerata retensi dapat ditingkatkan ke angka 80 hingga 90 persen dari kandidat hingga mampu bertahan lebih dari dua tahun. Angka ini dapat dicapai karena telah dilakukan penilaian mendalam (in-depth interview) terkait cultural fit serta observasi terhadap perilaku dan didukung asesmen psikometrik.
Headhunter tak sekadar melakukan aksi ambil untung sepihak, namun juga memberi jaminan atau garansi penggantian calon yang telah dipilih dengan calon lain dengan grace period sekitar tiga bulan. Jaminan penggantian diberikan jika kandidat yang telah dipilih ternyata tak sesuai harapan.
Jika perusahaan yakin dengan manfaat headhunter, langkah awal yang dapat ditempuh adalah mencari dan menemukan figur headhunter sesuai tujuan. Kriteria terbaik headhunter adalah well experienced. Informasi tentang headhunter dapat diperoleh melalui pelbagai situs atau rekomendasi dan testimoni dari pihak yang telah menggunakannya.
Selanjutnya dilakukan diskusi tentang situasi dan konteks perusahaan yang sangat spesifik. Headhunter tentu akan segera menganalisisnya. Jika hasil analisis menunjukkan ketajaman dan kesesuaian dengan kebutuhan, maka keputusan deal dapat diambil agar kebutuhan eksekutif terbaik dapat segera terpenuhi.
Dari perspektif human capital, rekrutmen dan seleksi merupakan investasi jangka panjang namun harus dilakukan secara efisien dan efektif. Perusahaan harus memastikannya dengan pendekatan presisi yakni posisi eksekutif dapat diperoleh lebih cepat dan tepat.
Ukuran keberhasilan rekrutmen level eksekutif sangat jelas, yakni retensi lebih baik, tingkat produktivitas melonjak, dan perusahaan kian kompetitif. Tugas headhunter adalah mewujudkan seni membangun hubungan antarpihak, menemukan talenta terbaik, dan berdampak bagi perusahaan.
Karena sesungguhnya rekrutmen adalah seni, bukan sekadar sains dalam membangun hubungan dengan kandidat untuk kesuksesan jangka panjang dari suatu perusahaan. (*)
Penulis: Jusuf Irianto, Guru Besar Manajemen SDM Departemen Administrasi Publik FISIP Universitas Airlangga
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.