Batik Air Buka Rute Denpasar–Tambolaka, Perkuat Akses Bali–Sumba
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai kembali menambah jaringan konektivitas domestik. Batik Air resmi membuka rute Denpasar–Tambolaka (Sumba, Nusa Tenggara Timur/NTT) dan mulai beroperasi harian sejak Jumat (9/1/2026). Kehadiran rute ini memperkuat posisi Bali sebagai hub utama penghubung kawasan timur Indonesia.
Penerbangan perdana Batik Air dengan nomor ID 6324 lepas landas dari Denpasar pukul 09.40 WITA menggunakan pesawat Airbus A320 dan mengangkut 152 penumpang. Sementara itu, penerbangan balik ID 6325 tiba di Bali pukul 10.55 WITA dengan membawa 44 penumpang. Rute ini dijadwalkan terbang setiap hari, menambah pilihan bagi penumpang maupun pelaku industri pariwisata.
General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, menilai pembukaan rute tersebut memiliki nilai strategis untuk mendorong konektivitas antarwilayah, khususnya antara Bali dan NTT.
“Rute Denpasar–Tambolaka berpotensi memperlancar arus wisatawan ke Sumba sekaligus memperkuat peran Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai hub penerbangan domestik dan internasional,” ujarnya.
Sebelum Batik Air masuk, rute Tambolaka telah dilayani Wings Air, Sriwijaya Air, dan NAM Air. Dengan tambahan Batik Air, total terdapat empat maskapai yang melayani rute tersebut, dengan rata-rata enam penerbangan per hari.
Sepanjang 2025, tercatat 163.288 penumpang bepergian dari dan menuju Tambolaka melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai—menjadi indikasi meningkatnya kebutuhan aksesibilitas ke Pulau Sumba.
Manajemen bandara memastikan kesiapan operasional untuk mendukung rute baru ini, mulai dari fasilitas hingga aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Penambahan rute tersebut dinilai sejalan dengan upaya bandara menghadirkan lebih banyak opsi penerbangan yang bernilai strategis bagi konektivitas nasional.
Saat ini, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai melayani 21 rute domestik yang dioperasikan oleh 11 maskapai. Pada periode Januari–November 2025, bandara ini melayani 22,12 juta penumpang, dengan komposisi sekitar 63% penumpang internasional dan sisanya penumpang domestik.
Kinerja tersebut menegaskan peran Bali sebagai simpul utama pergerakan wisata dan ekonomi nasional, termasuk menuju kawasan Indonesia timur. (*)
Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.