ParagonCorp dan Mitra Mendistribusikan Genset, Layanan Kesehatan dan Logistik di Fase Pemulihan Banjir Sumatra
Memasuki fase pascabencana, keberlangsungan layanan publik menjadi salah satu perhatian dalam penanganan dampak banjir di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Selain bantuan logistik, dukungan juga diarahkan pada sektor layanan kesehatan untuk memastikan fasilitas medis tetap dapat beroperasi.
Salah satu dukungan yang disalurkan adalah genset berkapasitas 250 kVA ke RSUD Langsa guna memastikan ketersediaan listrik bagi operasional rumah sakit pascabencana. RSUD Langsa merupakan fasilitas kesehatan rujukan bagi masyarakat di wilayah Langsa, Aceh Tamiang, hingga Aceh Timur. Dalam kondisi darurat, pasokan listrik yang stabil menjadi faktor penting bagi kelangsungan layanan medis.
Upaya tersebut merupakan bagian dari rangkaian kerja sama kemanusiaan yang melibatkan berbagai pihak. Dalam kolaborasi bersama sejumlah mitra kemanusiaan, antara lain Save the Children, Rumah Zakat, Kitabisa, Baitul Maal Merapi Merbabu, Iluni FK UI, serta mitra lainnya, bantuan disalurkan sesuai dengan kebutuhan yang berkembang di lapangan.
Astri Wahyuni, Director of Corporate Affairs ParagonCorp, menyampaikan penyaluran bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan pascabencana. “Penyaluran bantuan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan masyarakat pascabencana,” ungkap Astri pada siaran pers di Jakarta, Senin (12/1/2026).
Selain sektor kesehatan, bantuan logistik juga terus disalurkan ke wilayah terdampak. Armada kemanusiaan telah mengirimkan total 30 ton bantuan dari Jakarta menuju Sumatra dengan dukungan dua pesawat charter untuk mempercepat distribusi ke daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Di sisi lain, kondisi warga terdampak banjir menunjukkan bahwa kebutuhan tidak lagi terbatas pada logistik darurat. Satu bulan pasca banjir, kebutuhan di lokasi pengungsian berkembang mencakup akses air bersih, perlengkapan sanitasi, layanan kesehatan, serta pendampingan psikososial bagi anak-anak dan keluarga.
Human Initiative mencatat wilayah Sumatra, khususnya Kabupaten Aceh Tamiang, masih menghadapi kebutuhan mendesak pascabencana. Pimpinan Human Initiative, Ferdiansyah, menyampaikan bahwa korban terdampak masih membutuhkan perlengkapan kebersihan, selimut, matras, kasur, serta layanan kesehatan dan dukungan psikososial bagi kelompok rentan. Meski demikian, penyaluran bantuan disebut telah mulai diterima oleh sebagian besar warga terdampak.
Pada fase lanjutan, bantuan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pascabencana, seperti akses air bersih, layanan kesehatan, penyediaan posko pengungsian, penyaluran sembako dan beras, serta operasional dapur umum. Bantuan disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, antara lain Aceh Tamiang, Takengon, dan Bener Meriah, melalui kerja sama dengan berbagai organisasi dan relawan kemanusiaan di lapangan.(*)