Pemerintah Bakal Gaet Inggris untuk Pembangunan Ekosistem Semikonduktor, Kapan?
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto, mengungkapkan rencana pemerintah untuk membangun ekosistem semikonduktor dengan Inggris. Namun, Airlangga enggan menyebutkan periode kesepakatan dan pembangunannya.
“Kita, nanti Insya Allah akan bangun dengan Inggris untuk ekosistem semikonduktor Indonesia, yang juga forward looking. Kemarin, Presiden menyiapkan US$125 juta untuk bekerja sama dengan arms Inggris,” jelas Airlangga dalam paparannya di acara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Menara Kadin, Jakarta pada Selasa (13/1/2026).
Airlangga menuturkan ekosistem semikonduktor tersebut diharapkan mendukung digitalisasi negara. Sebab, komponen-komponennya mampu mendorong perputaran ekonomi di berbagai sektor, misalnya elektronik konsumen, otomotif, energi baru terbarukan (EBT), Internet of Things (IoT), hingga pusat data atau data center.
Selain itu, industri semikonduktor menyokong hilirisasi industri silikon. Airlangga menyebutkan alurnya dapat dimulai dari hlirisasi silikon, floating glass atau kaca apung, panel surya, sampai wafer silikon. Selain itu, proses ini juga melibatkan assembling atau perakitan, pengujian (testing), hingga pengepakan (packaging).
“Indonesia pada saat kita melakukan di Q4 (kuartal keempat), bansos kita gelontorkan, kenaikan tertinggi adalah penjualan elektronik. Jadi ini adalah momentum kita,” lanjut Airlangga.
Airlangga memberikan arahan kepada Kadin untuk fokus pada dua sektor, yaitu pemenuhan kebutuhan pangan dan pembukaan lapangan pekerjaan lewat industrialisasi guna menciptakan ruang produktif pekerja.
“Saya minta Kadin ini sesudah pangan. Ini dua hal yang harus kita jaga yaitu lapangan kerja plus masa depan industri,” tutup Airlangga.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berencana untuk mengembangkan teknologi cip semikonduktor untuk industri otomotif. Hal ini disampaikan di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada 11 Januari 2026.
Saat itu, Presiden membahas rencana pemerintah untuk menguatkan sektor otomotif dan elektronika lewat investasi pengembangan teknnologi semikonduktor. Teknologi ini dapat mendorong industri ototmotif, digital, serta elektronika.
Pada tahun 1973, Indonesia pernah memiliki pabrik semikonduktor. Saat itu, investor asing asal Amerika Serikat lewat Fairchild Semiconductors dan National Semiconductors berinvestasi pada komponen cip semikonduktor.
Namun karena masalah ketenagakerjaan, investasi pabrik semikonduktor di Indonesia pindah ke Malaysia pada tahun 1985. Belakangan, AS berminat untuk investasi pada pengembangan semikonduktor dan hilirisasi di Indonesia. Airlangga pun sebelumnya pernah menyampaikan, industri semikonduktor akan dipusatkan di Kawasan Ekonomi Khusus. (*)
Baca juga: Menko Perekonomian Bakal Kembangkan Peta Jalan Semikonduktor demi Dukung AI
Salah satu realisasi investasi semikonduktor itu terjadi lewat pendanaan US$26,73 miliar dari perusahaan asal AS dan Jerman yang masuk dalam konsorsium PT Quantum Luminous Indonesia, PT Terra Mineral Nusantara, dan Tynergy Group pada 2 Desember 2025. Tynergy Group terdiri dari PT Energy Tech Indonesia dan PT Essence Global Indonesia.
Konstruksi fasilitas semikonduktor, hilirisasi pasir silika, serta produksi kaca dikembangkan di Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Renewable Energy and Smart-Eco Industrial Park, Pulau Galang, Kepulauan Riau.
Rencananya, konsorsium tersebut akan membangun fasilitasnya dengan mitra lokal setempat, yaitu dengan Kawasan Industri Wiraraja Group di Pulau Galang. Pembangunan akan dimulai pada awal 2026 setelah disetujui oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam. (*)