Strategi Tokio Marine Life Mendorong Wirausahawan Lokal Tembus Ritel Modern Lewat UMKM Level-Up
Di tengah upaya memperkuat fondasi ekonomi berkelanjutan, Tokio Marine Life Insurance Indonesia melangkah lebih jauh melalui inisiatif UMKM Level-Up: From Local Heroes to Retail-Ready Brands.
Bersama LAZISMU, PPKUKM DKI Jakarta, Politeknik Tempo, serta jaringan ritel modern seperti AEON Indonesia, Lotte Mart Indonesia, dan The Food Hall Indonesia, Tokio Marine Life menghadirkan program pembinaan terpadu bagi pelaku UMKM binaan JakPreneur di Jakarta Barat.
Tak sekadar pelatihan bisnis, kolaborasi ini menjadi wujud nyata perjalanan keberlanjutan (Sustainability Journey) Tokio Marine Life yang memadukan pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan inklusi sosial dalam satu gerak yang berdampak.
Pilar pemberdayaan ekonomi diwujudkan melalui rangkaian kegiatan talkshow, Financial Level-Up Masterclass, workshop persiapan kurasi, hingga sesi kurasi langsung bersama mitra ritel modern.
Melalui program ini, pelaku UMKM tidak hanya mendapat wawasan baru, tetapi juga kesempatan berjejaring langsung dengan mitra ritel untuk memperluas akses pasar. Fokus pada UMKM binaan JakPreneur di Jakarta Barat menjadi kelanjutan kolaborasi berkesinambungan antara Politeknik Tempo, PPKUKM DKI Jakarta, dan JakPreneur yang selama ini telah membangun ekosistem pembinaan UMKM yang solid.
Sebanyak 53 pelaku UMKM terpilih dari 80 kandidat yang diajukan delapan kecamatan di Jakarta Barat. Mereka merupakan anggota JakPreneur binaan Suku Dinas PPKUKM Jakarta Barat yang dinilai konsisten dan siap menapaki tahap berikutnya menuju UMKM berdaya saing tinggi.
Alexander Mahendrawan, SVP Marketing & Corporate Planning Tokio Marine Life Insurance Indonesia, menegaskan keberlanjutan adalah perjalanan yang menuntut kesinambungan.
“Melalui Sustainability Journey, kami tidak hanya berfokus pada satu pilar, tetapi membangun keterhubungan antara pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Setelah penyaluran beasiswa tahap pertama di Politeknik Tempo, UMKM Level-Up menjadi langkah lanjutan untuk membantu pelaku usaha agar lebih siap, tangguh, dan berkelanjutan,” kata Alexander dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Selasa (13/1/2026).
Dukungan juga datang dari Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah dan Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo, yang mengapresiasi kolaborasi lintas sektor ini sebagai langkah nyata mendorong UMKM naik kelas.
Sesi talkshow menghadirkan Iqbal Idham Ramid, Kepala Sudin PPKUKM Jakarta Barat, bersama perwakilan ritel modern dan pelaku UMKM, yang membahas kesiapan, standar produk, serta tantangan UMKM untuk menembus pasar ritel modern.
Dari sisi ritel, Auliyarrrohman Nuril Afwan, Manager Merchandising PT AEON Indonesia, menekankan pentingnya konsistensi kualitas dan kesiapan produksi, sementara Mety Sumiati, Product Development Private Brand Lotte Mart Indonesia, menyoroti pemahaman standar ritel sebagai kunci kemitraan jangka panjang.
Dari perspektif pelaku usaha, Jonathan Pranadjaja, Founder GNB Drinks, membagikan pengalamannya menumbuhkan bisnis hingga mampu menembus pasar yang lebih luas.
Sebagai bagian dari agenda, Financial Level-Up Masterclass menghadirkan Rahmi Utami, S.Sos., M.B.A. dari Politeknik Tempo dan Novi Andrianto, Head of Agency Training & Manpower Development Division Tokio Marine Life. Sesi ini membahas pengelolaan keuangan dasar, arus kas, dan manajemen risiko usaha.
“Banyak UMKM belum menyadari bahwa risiko seperti sakitnya pemilik usaha atau gangguan operasional dapat mengancam kelangsungan bisnis. Melalui sesi ini, kami ingin membantu UMKM memahami risiko dan menyiapkan langkah sederhana agar usaha tetap tangguh,” ujar Novi Andrianto.
Melalui rangkaian pendampingan, workshop, dan sesi kurasi langsung bersama ritel modern, UMKM Level-Up menjadi ruang pembelajaran sekaligus ajang pembuktian bagi para pelaku usaha lokal untuk melangkah lebih jauh. Inisiatif ini tidak hanya membuka akses pasar, tetapi juga menumbuhkan mindset kewirausahaan yang adaptif dan berkelanjutan.
Ke depan, Tokio Marine Life bersama seluruh mitra berharap program ini terus menjadi katalis bagi lahirnya UMKM tangguh yang mampu bersaing di pasar modern, sekaligus menggerakkan roda ekonomi yang lebih inklusif dan berdaya saing tinggi. (*)